BANDUNG BARAT | InfoNesia.me //
Komitmen DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam mengawal pembangunan sektor olahraga kembali ditegaskan melalui kegiatan Pengawasan Perencanaan Pembangunan Daerah (P3D) yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Piter Tjuandys, di Rumah Makan BBC, Kecamatan Cisarua, Desa Pasirhalang, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan jajaran Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bandung Barat yang baru terbentuk.
Berbagai persoalan mendasar dalam pembinaan olahraga voli disampaikan secara terbuka, mulai dari keterbatasan fasilitas latihan, minimnya perlengkapan olahraga, hingga perlunya perhatian terhadap kesejahteraan atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bandung Barat, Wahyudin atau Bos Udin, mengungkapkan bahwa kepengurusan baru bertekad membangun organisasi yang profesional, transparan, serta berorientasi pada pembinaan atlet usia dini sebagai investasi jangka panjang olahraga Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, hingga saat ini Bandung Barat masih belum memiliki gedung latihan voli yang representatif. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level Jawa Barat maupun nasional.
Selain itu, PBVSI juga berencana melakukan evaluasi terhadap para atlet hasil seleksi, termasuk memberikan kesempatan kembali kepada atlet yang sebelumnya belum lolos agar proses pembinaan berjalan secara objektif dan transparan berdasarkan kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, kebutuhan perlengkapan latihan, seragam, hingga pembiayaan mengikuti berbagai kejuaraan juga menjadi perhatian serius. Untuk mengikuti satu event kompetisi saja, PBVSI memperkirakan kebutuhan anggaran dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bos Udin juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap bonus atlet berprestasi. Menurutnya, penghargaan yang layak akan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat dan mencegah mereka berpindah membela daerah lain.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys menegaskan seluruh masukan akan menjadi bagian dari pengawasan serta pembahasan perencanaan pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari fungsi Pengawasan Perencanaan Pembangunan Daerah (P3D), dirinya akan mengoordinasikan berbagai usulan tersebut kepada perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Bandung Barat.
Pither menilai pembangunan sarana olahraga bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui prestasi olahraga.
Ia berharap pemerintah daerah mampu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan gedung voli, peningkatan fasilitas latihan, pengadaan perlengkapan olahraga, serta pembinaan atlet usia 15 hingga 19 tahun secara berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak atlet berbakat yang layak mendapatkan dukungan maksimal agar tidak kehilangan kesempatan berkembang maupun direkrut daerah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Melalui sinergi antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, KONI, dan PBVSI, diharapkan seluruh kebutuhan pembinaan olahraga dapat masuk dalam prioritas program pembangunan daerah sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan Kabupaten Bandung Barat di berbagai ajang olahraga.
Dengan agenda P3D ini, DPRD Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat, termasuk dari insan olahraga, akan terus dikawal agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan pembangunan yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan