Bandung Barat | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi meresmikan Gedung Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Senin (5/1/2025).

Peresmian yang digelar di kawasan Perkantoran Pemkab Bandung Barat ini menjadi momen bersejarah, sekaligus simbol penguatan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang keselamatan dan penanggulangan kebakaran.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hadirnya gedung Mako Damkar merupakan capaian luar biasa setelah 18 tahun Kabupaten Bandung Barat berdiri.

Menurutnya, keberadaan kantor yang representatif ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalitas petugas pemadam kebakaran.

“Ini adalah sebuah pencapaian besar bagi kami. Selama 18 tahun berdirinya Bandung Barat, akhirnya kita memiliki kantor Damkar yang representatif. Walaupun belum 100 persen sempurna dan masih ada kekurangan, insya Allah akan kita benahi secara bertahap,” ujar Jeje.

member

Ia berharap, gedung baru tersebut mampu menghadirkan semangat dan energi baru bagi seluruh personel Damkar agar dapat bekerja lebih optimal serta memberikan pelayanan yang semakin cepat dan responsif kepada masyarakat.

Mengingat kondisi geografis Bandung Barat yang luas dan berjauhan antarwilayah, Jeje menegaskan pentingnya pemerataan layanan pemadam kebakaran hingga ke tingkat kecamatan.

“Pelayanan publik harus terus kita tingkatkan, termasuk pemadam kebakaran. Insya Allah ke depan kita siapkan pos Damkar di setiap kecamatan agar masyarakat benar-benar terlayani dengan baik, meskipun kita menghadapi keterbatasan anggaran akibat efisiensi dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Drs. Siti Aminah Anshoriah, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas diresmikannya gedung Mako Damkar yang telah lama dinantikan.

“Alhamdulillah, setelah 18 tahun Damkar dan Kabupaten Bandung Barat berdiri, akhirnya kita memiliki kantor sendiri. Walaupun pembangunannya belum sepenuhnya selesai, insya Allah tahun ini akan dilanjutkan secara bertahap,” tuturnya.

Siti Aminah menjelaskan, penguatan infrastruktur Damkar tidak hanya sebatas pembangunan gedung, tetapi juga menyangkut ketersediaan air, penambahan pos, armada, serta personel.

Saat ini, Damkar KBB telah memiliki tujuh pos layanan dan direncanakan akan bertambah satu pos lagi pada tahun ini, dengan memanfaatkan aset tanah atau gedung milik pemerintah daerah yang tidak terpakai sebagai bentuk efisiensi.

Ia juga memaparkan bahwa idealnya setiap kecamatan memiliki minimal dua armada pemadam kebakaran sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

Namun hingga saat ini, KBB baru memiliki sembilan armada dengan jumlah personel sebanyak 166 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai lebih dari 300 personel untuk melayani seluruh wilayah dan penduduk Bandung Barat.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan ke depan. Personel dan armada harus terus ditambah agar pelayanan bisa maksimal. Kami berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah demi keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Peresmian Gedung Mako Damkar ini diharapkan menjadi titik awal percepatan peningkatan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Bandung Barat, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam melindungi warganya dari risiko kebakaran dan bencana lainnya.

 

Jurnalis.    : An/Red

Editor.       : InfoNesia.me