Bandung Barat| InfoNesia.me // Dugaan aroma tidak sedap pada menu ayam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan publik di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Keluhan tersebut mencuat setelah ramai diperbincangkan di Grup WhatsApp wali murid TK Lutfiyyah, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

Sejumlah orang tua mengaku mencium bau kurang sedap dari menu ayam yang dibagikan kepada anak-anak saat pelaksanaan program MBG. Percakapan tersebut pun menyebar luas dan menjadi viral di kalangan wali murid.

 

“Assalamualaikum ibu, saya mau menyampaikan dari pesan ibu-ibu lainnya yang mencoba MBG hari ini, menu ayamnya agak bau,” tulis salah seorang wali murid berinisial FN dalam grup WhatsApp wali murid TK Lutfiyyah.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh wali murid lainnya yang mengaku mencicipi langsung menu tersebut, lantaran tidak dihabiskan oleh anaknya.

member

Menanggapi hal itu, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilame menyatakan sikap terbuka dan langsung melakukan evaluasi internal. Kepala SPPG Cilame, Arif Aulia Akbar, membenarkan adanya laporan dari guru dan wali murid TK Lutfiyyah yang berlokasi di Kampung Cipameutingan, Desa Cilame.

“Benar, kami menerima laporan dari guru dan orang tua terkait aroma ayam pada menu MBG hari ini. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi, terlebih ini masih masa awal operasional Dapur SPPG Cilame 004,” ujar Arif.

Ia menegaskan, seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG telah mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, mulai dari penerimaan bahan baku, proses penyortiran, penyimpanan di freezer, hingga pendistribusian makanan ke sekolah.

“Tentu hal ini akan kami evaluasi lebih lanjut. Ayam yang masuk tetap kami sortir dan disimpan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.

Arif menambahkan, dugaan sementara aroma yang dikeluhkan bukan berasal dari daging ayam, melainkan dari penggunaan bumbu masakan yang terlalu kuat.

“Kemungkinan besar aroma berasal dari bumbu, khususnya ketumbar yang terlalu menyengat. Untuk kondisi ayam, kami pastikan dalam keadaan segar,” tambahnya.

Diketahui, bahan baku ayam yang digunakan dapur SPPG Cilame 004 berasal dari sejumlah pelaku UMKM lokal yang telah melalui proses pengecekan kualitas sebelum digunakan.

“Setiap bahan baku yang masuk kami pastikan segar dan layak konsumsi sebelum dimasak,” tegas Arif.

Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ditemukan laporan terkait dampak kesehatan, seperti keracunan makanan, akibat konsumsi menu tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada laporan keracunan. Kami akan terus menelusuri penyebab aroma tersebut agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Saat ini, layanan dapur SPPG Cilame 004 baru berjalan sekitar satu pekan dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 600 orang, yang mayoritas berasal dari jenjang TK dan SD, serta satu SMP.

Kepala sekolah TK Lutfiyah Widi Astuti

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Lutfiyyah, Widiyarti Astuti, menyampaikan pihak sekolah langsung mendatangi dapur SPPG Cilame setelah menerima keluhan dari wali murid.

“Hasil pertemuan hari ini, aroma ayam masih ditelusuri. Dugaan sementara karena penggunaan bumbu ketumbar yang terlalu banyak, bukan karena ayamnya busuk,” ungkap Widi.

Menurutnya, anak-anak cenderung sensitif terhadap aroma rempah yang terlalu kuat. Pihak SPPG pun telah menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk menyesuaikan racikan bumbu agar lebih ramah bagi selera anak-anak.

“Ke depan akan lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan bumbu. Kami akan terus memantau agar menu MBG tetap aman, layak, dan disukai anak-anak,” pungkasnya.

 

Jurnalis.    : Red

Editor.        : Infonesia.me