Bogor – InfoNesia.me// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan akselerasi pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC).
Ia berharap pembentukan Desa Siaga TBC di Kabupaten Bogor dapat dirampungkan pada semester pertama tahun 2026. Hal ini mengingat angka sebaran kasus TBC di Kabupaten Bogor termasuk yang tertinggi di tingkat nasional.
Wiyagus menekankan, penanganan TBC tidak bisa menunggu lama karena penyebaran penyakit tersebut berlangsung cepat. Ia juga menyoroti progres data Desa Siaga TBC di Bogor yang masih di bawah 50 persen. Capaian tersebut perlu dievaluasi oleh jajaran Pemkab Bogor guna meningkatkan pembentukan Desa Siaga TBC.
“Nah, ini menjadi PR kita bersama Pak Sekda ya, kemudian Pak Camat, Pak Kades yang belum ya. Ini menjadi bahan evaluasi tersendiri,” kata Wiyagus pada acara Pertemuan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC di Gedung Serbaguna I Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2026).
Wiyagus mengungkapkan, saat ini Indonesia berada di posisi kedua dunia dalam kasus TBC setelah India. Oleh karena itu, sebagai pembina dan pengawas daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong agar pelayanan kesehatan dasar menjadi tolok ukur keberhasilan kepala daerah.
“Saya juga akan melakukan evaluasi secara langsung ke lapangan nanti ya, tentang Desa Siaga TBC ini. Baik yang sudah ada maupun progres dari desa-desa yang belum ada Desa Siaga TBC ya,” ujar Wiyagus.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar penanggulangan TBC berjalan maksimal. Oleh karena itu, Kemendagri akan terus mendorong tata kelola pemerintahan, khususnya dalam perencanaan hingga penganggaran daerah, dilaksanakan secara optimal untuk mendukung program di bidang kesehatan.
Lebih lanjut, Wiyagus mendorong semua pihak meluruskan kesalahpahaman mengenai stigma negatif terhadap penderita TBC. Ia menekankan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat. Ia berharap upaya penanganan TBC di Kabupaten Bogor dapat terus dipacu sehingga berkontribusi terhadap penurunan angka TBC secara nasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Zahera Mega Utama, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Adele Hutapea, serta pihak terkait lainnya.
Puspen Kemendagri
Yans.






