BANDUNG BARAT | INFONESIA.ME // Upaya membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan di kalangan pelajar terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Salah satunya diwujudkan melalui program Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Gempungan, Gedung B, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9/2026).
Program tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi sekolah yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Kepala Bagian Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bandung Barat, Ilmi Royan Galih Surya, mengatakan, penilaian Adiwiyata tidak hanya melihat kondisi fisik sekolah, tetapi juga bagaimana pendidikan dan budaya lingkungan diterapkan oleh seluruh warga sekolah.
Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup harus menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Hal itu mencakup murid, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, penjaga sekolah hingga orang tua atau wali murid.

“Jadi tidak hanya murid dan guru. Seluruh warga sekolah, termasuk petugas dan orang tua atau wali murid, harus memiliki kesadaran terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah standar yang menjadi dasar penilaian, mulai dari aspek infrastruktur dan fasilitas lingkungan, pengelolaan sampah, ketersediaan sarana pemilahan sampah, kebersihan saluran air hingga keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, kreativitas sekolah dalam melakukan kampanye lingkungan juga menjadi bagian dari penilaian. Termasuk kegiatan piket, pengelolaan sampah serta berbagai inovasi yang mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada pelaksanaan Adiwiyata tahun ini, terdapat 40 sekolah yang menjadi calon peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 sekolah mengikuti proses penilaian, sementara 23 sekolah dinyatakan lolos dan berhak menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026.

Ilmi menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah titik akhir. Sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Kabupaten memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang Adiwiyata Nasional pada tahun berikutnya.
“Programnya tidak berhenti ketika penilaian selesai. Tahun depan sekolah-sekolah ini berhak mengikuti Adiwiyata Nasional,” katanya.
Lebih jauh, apabila berhasil memenuhi persyaratan pada jenjang nasional, sekolah dapat mengembangkan program tersebut menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Salah satu kuncinya adalah kemampuan sekolah untuk menularkan dan mengimbaskan praktik baik pengelolaan lingkungan kepada sekolah lainnya.
Menurut Ilmi, tidak ada kategori khusus berdasarkan keunggulan tertentu dalam penghargaan Adiwiyata. Seluruh sekolah dinilai berdasarkan pemenuhan kriteria dan standar yang telah ditetapkan.
Untuk tingkat Kabupaten Bandung Barat, penilaian berada pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs, sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah sekolah menerima penghargaan. Predikat Adiwiyata diharapkan bukan sekadar pencapaian dalam sebuah penilaian, tetapi menjadi budaya yang terus dijalankan.
“Bukan hanya sehari lomba kemudian selesai. Bagaimana program lingkungan hidup ini bisa terus dilakukan secara konsisten dan menjadi kebiasaan warga sekolah,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah penerima penghargaan mendapatkan sertifikat atau penghargaan dari Bupati Bandung Barat serta trofi. Selain itu, DLH juga memberikan dukungan tertentu kepada sekolah untuk membantu keberlanjutan program lingkungan, termasuk sarana pendukung pengelolaan sampah.
Ilmi mengajak sekolah SD, MI, SMP dan MTs yang belum mengikuti program Adiwiyata untuk tidak ragu memulai. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kata dia, membuka ruang pembinaan bagi sekolah yang ingin mengembangkan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.
“Tidak hanya datang kemudian dinilai. Ada pembinaan dan pembiasaan yang bisa dimulai dan kemudian diterapkan secara konsisten di sekolah,” ujarnya.
Sementara bagi sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten, ia berharap predikat tersebut menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan program lingkungan hidup.
Sebab, menurutnya, pendidikan lingkungan yang ditanamkan sejak dini merupakan investasi jangka panjang. Kebiasaan yang dibangun di sekolah hari ini diharapkan menjadi karakter anak-anak ketika mereka tumbuh dan kelak mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan.
“Yang kita didik sekarang akan dipakai oleh anak-anak di masa depan, ketika mereka menjadi pemimpin, baik di Bandung Barat maupun Indonesia,” pungkasnya.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me









