BANDUNG BARAT | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 Tahun 2026 di Lapangan Plaza Mekarsari, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (19/6/2026).

Mengusung tema “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penguatan komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD, ASN, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Dalam amanatnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan rasa syukur atas berbagai pencapaian yang telah diraih Kabupaten Bandung Barat selama 19 tahun perjalanan sebagai daerah otonom.

member

Hari ini merupakan hari yang sangat bermakna bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Sembilan belas tahun yang lalu, melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007, Kabupaten Bandung Barat resmi lahir sebagai daerah otonom baru hasil perjuangan panjang masyarakat, para tokoh pemekaran, ulama, akademisi, dan seluruh elemen daerah yang memiliki cita-cita menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, serta kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Jeje.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para pendiri daerah, mensyukuri berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, sekaligus memperkuat tekad untuk melanjutkan cita-cita besar dalam membangun Bandung Barat yang semakin maju.

Jeje menjelaskan bahwa tema “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja” mengandung makna yang sangat mendalam.

Menjaga amanah berarti menjaga kepercayaan masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang jujur, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara Ngawangun Raharja bermakna menghadirkan pembangunan yang mampu memberikan kesejahteraan, keadilan, dan manfaat nyata yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Semangat inilah yang menjadi landasan dalam mewujudkan visi Bandung Barat yang Amanah, Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,8 persen. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga berada pada angka 9,87 persen, sementara inflasi tetap terjaga di angka 2,13 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 6,60 persen dan ketimpangan pendapatan yang tercermin dalam Gini Ratio membaik menjadi 0,364.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 71,65 poin, yang menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berhasil menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer sehingga tingkat kemantapan jalan meningkat menjadi 78,80 persen, melampaui target yang telah ditetapkan.

Sementara dalam pelayanan dasar, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Tak hanya itu, dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung Barat juga mencatatkan berbagai prestasi membanggakan.

Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), Kabupaten Bandung Barat menempati peringkat ke-95 dari 416 kabupaten di seluruh Indonesia.

Pemkab Bandung Barat juga kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Peningkatan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, reformasi birokrasi serta penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukan guna mewujudkan birokrasi yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Meski demikian, Bupati Jeje secara terbuka mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang harus diselesaikan bersama.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan masyarakat masih memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih optimal.

Kami memahami masih ada masyarakat yang merasakan pelayanan publik belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih ada infrastruktur yang membutuhkan percepatan penanganan, masih ada kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat dipenuhi, dan masih banyak harapan yang harus terus diperjuangkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan publik hingga pemberdayaan desa.

Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja dan melayani masyarakat.

“Justru kondisi ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa besar anggaran yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Jeje mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 sebagai momentum memperkuat kebersamaan, memperkokoh semangat gotong royong, serta memperteguh komitmen dalam membangun daerah.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pendiri Kabupaten Bandung Barat, DPRD, Forkopimda, ASN, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan daerah ini. Mari kita jaga amanah yang telah diwariskan para pendiri, mari perkuat kolaborasi dan gotong royong, serta lanjutkan pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pembangunan masih terus berlanjut.

Dengan semangat “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersatu dan bergerak bersama dalam mewujudkan Bandung Barat yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat.

 

Jurnalis. : An/Red

Editor.    : InfoNesia.me