BANDUNG BARAT | InfoNesia.me // Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lokakarya Desa Berbudaya Lingkungan atau Ecovillage yang diselenggarakan di Villa Pasundan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan akhir rangkaian pembinaan masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Ciptaharja dan Desa cirawa mekar.

Lokakarya tersebut menjadi ruang bagi kelompok masyarakat yang telah dibentuk untuk menyampaikan hasil kegiatan, mengevaluasi proses pembinaan, sekaligus memaparkan berbagai potensi dan permasalahan lingkungan yang ditemukan di wilayah masing-masing.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ilmi Royan Galih Surya, ST., MPSDA, menjelaskan bahwa program Ecovillage tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan tersebut dilaksanakan melalui delapan kali pertemuan yang melibatkan kelompok masyarakat di masing-masing desa. Dalam prosesnya, masyarakat diberikan pendampingan untuk mengenali kondisi lingkungan, mengidentifikasi persoalan, menggali potensi wilayah, hingga merumuskan langkah nyata yang dapat dikembangkan secara mandiri.

member

“Jadi, kegiatan lokakarya Ecovillage atau Desa Berbudaya Lingkungan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pembinaan yang kami laksanakan tahun ini di dua desa, yaitu Ciptaharja dan cirawamekar. Kami membentuk kelompok masyarakat yang diharapkan dapat menjadi kader lingkungan hidup sekaligus penggerak ekonomi desa dengan berlandaskan pada pengelolaan lingkungan,” ungkap Ilmi.

Ia menerangkan, melalui delapan kali pertemuan tersebut, setiap kelompok telah menjalani berbagai tahapan pembelajaran dan pendampingan. Hasil dari seluruh proses itu kemudian dipresentasikan dalam lokakarya untuk melihat sejauh mana masyarakat mampu memahami persoalan lingkungan serta menyusun gagasan pengembangan desa.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana potensi alam dan sumber daya lokal tidak hanya dipandang sebagai kekayaan wilayah, tetapi juga dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Sebagai contoh, kelompok masyarakat dari Desa Cirawa Mekar mengangkat kembali potensi durian lokal yang dahulu sempat dikenal sebagai salah satu ciri khas wilayah tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan dan popularitas durian lokal itu dinilai mulai berkurang.

Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan pemikiran bersama untuk mencari peluang pengembangan kembali potensi durian melalui langkah-langkah yang lebih terarah. Mulai dari menggali potensi yang masih tersedia, memikirkan upaya pengembangannya, hingga melihat kemungkinan nilai tambah ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Seperti yang disampaikan kelompok dari Cirawa Mekar, dahulu wilayah tersebut pernah dikenal dengan durian lokalnya. Sekarang potensinya mulai berkurang, tetapi masih ada peluang untuk dikembangkan kembali. Nah, kelompok masyarakat ini mulai memikirkan langkah apa yang perlu dilakukan agar potensi tersebut bisa diangkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” jelasnya.

Selain pengembangan potensi lokal, persoalan sampah juga menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam lokakarya tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi kelompok masyarakat, sampah masih menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan desa.

Karena itu, masyarakat mulai menyusun langkah penanganan sampah secara lebih menyeluruh. Upaya tersebut tidak hanya sebatas kegiatan membersihkan lingkungan dan mengumpulkan sampah, tetapi juga mencakup bagaimana sampah yang telah terkumpul dapat dikelola agar tidak kembali menjadi persoalan.

Bahkan, kelompok masyarakat juga mulai menginisiasi pembentukan bank sampah organik sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Gagasan ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mampu memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna.

Ilmi menegaskan, keberhasilan program Ecovillage tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan pembinaan maupun terselenggaranya lokakarya. Hal yang jauh lebih penting adalah keberlanjutan gerakan masyarakat setelah seluruh tahapan pendampingan selesai dilaksanakan.

Untuk itu, DLH Kabupaten Bandung Barat berharap kelompok-kelompok yang telah terbentuk dapat terus aktif, menjaga konsistensi, serta menjalankan berbagai rencana dan gagasan yang telah disusun selama proses pembinaan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan tetap memberikan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan program lingkungan. Namun, keterlibatan dan komitmen warga menjadi faktor penting agar gerakan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

“Kami berharap kelompok yang sudah dibentuk ini bisa tetap konsisten dan terus berjalan. Tentunya pemerintah akan tetap memberikan dukungan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat sendiri memiliki kesadaran dan komitmen untuk melaksanakan program-program yang sudah direncanakan,” pungkasnya.

Melalui program Desa Berbudaya Lingkungan atau Ecovillage ini, diharapkan tumbuh kelompok masyarakat yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungannya.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat pengelolaan sampah, serta membangun partisipasi warga, desa diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih bersih, produktif, dan mandiri secara ekonomi.

Pada akhirnya, pelestarian lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sebab, lingkungan yang terjaga dengan baik merupakan modal penting bagi keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan generasi mendatang.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me