Bandung Barat | InfoNesia.me //  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah, dan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif.

Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.11/1887/BKSDN tanggal 19 April 2026 tentang Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026, serta Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 76/LB.08/BP2D mengenai partisipasi pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026.

Melalui forum koordinasi tersebut, Bappelitbangda mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, dan satuan pendidikan untuk menyatukan langkah dalam menyiapkan inovasi terbaik yang memenuhi ketentuan penilaian tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Kabupaten Bandung Barat, Drs. Rambey Solihin Parulian, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam mempersiapkan Kabupaten Bandung Barat menghadapi penilaian IID tingkat nasional dan KIJB tingkat Provinsi Jawa Barat.

member

Menurutnya, dari 107 inovasi daerah yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Tahun 2025, saat ini telah dipetakan sekitar 25 inovasi potensial yang akan diseleksi secara lebih mendalam untuk diikutsertakan dalam kedua ajang tersebut.

“Target kami adalah meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah yang sebelumnya berada pada angka 47,02, sehingga dapat melampaui angka 50. Dengan begitu, Kabupaten Bandung Barat diharapkan mampu memperbaiki posisinya di tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus terus meningkatkan daya saing di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mulai pekan depan tim akan melakukan proses verifikasi terhadap seluruh dokumen pendukung dari setiap inovasi agar sesuai dengan indikator dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data capaian IID, Kabupaten Bandung Barat terus menunjukkan tren peningkatan. Skor IID meningkat dari 39,07 pada tahun 2023, menjadi 42,02 pada tahun 2024, dan kembali naik menjadi 47,02 pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.

Dalam proses penilaian IID Tahun 2026, setiap inovasi akan dinilai berdasarkan 20 indikator utama, di antaranya Meliputi regulasi inovasi,Dukungan sumber daya manusia, ketersediaan anggaran,pemanfaatan teknologi informasi,keterlibatan para pemangku kepentingan, jejaring inovasi, Kemudahan pelayanan, penyelesaian pengaduan masyarakat,monitoring dan evaluasi,hingga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta penyajian video inovasi.

Selain itu, inovasi juga harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.

Pada ajang KIJB Tahun 2026, Kabupaten Bandung Barat juga berupaya mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya, termasuk keberhasilan salah satu SMK di Kecamatan Cihampelas yang berhasil meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Barat pada kompetisi inovasi kategori sekolah.

Menurut Rambey, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang kreatif, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :

Ia menambahkan bahwa inovasi tidak hanya menjadi kebutuhan dalam mengikuti kompetisi, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap perangkat daerah.

Inovasi harus mampu meningkatkan kinerja organisasi, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, memanfaatkan teknologi informasi, serta melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari akademisi, dunia usaha, media, komunitas hingga masyarakat.

Saat ini Kabupaten Bandung Barat juga aktif membangun jejaring inovasi dengan berbagai daerah, seperti Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Banjar.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai inovasi yang lahir di Bandung Barat mulai direplikasi oleh daerah lain sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman dalam pengembangan inovasi pemerintahan.

Meski hingga kini Kabupaten Bandung Barat masih berproses menuju kategori Daerah Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA), Pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimistis capaian tersebut dapat diraih secara bertahap melalui penguatan kualitas inovasi, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta komitmen seluruh perangkat daerah.

Melalui koordinasi IID dan KIJB Tahun 2026 ini, Bappelitbangda berharap inovasi tidak berhenti sebagai dokumen perlombaan semata, tetapi benar-benar menjadi instrumen transformasi birokrasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me