INFONESIA.ME – Dalam dunia kripto, Hedera Hashgraph (HBAR) dan Ripple (XRP) menjadi dua koin cost populer yang menawarkan solusi dengan cara yang berbeda untuk transaksi virtual. HBAR mendapatkan keuntungan dari algoritma hashgraph dengan kecepatan lebih dari 10.000 transaksi in step with detik (TPS) dan biaya rendah sekitar $0.001 in step with transaksi. Sementara waktu, XRP memakai XRP Ledger Consensus Protocol dengan kecepatan 1.500 TPS dan biaya lebih rendah lagi, sekitar $0.0002 in step with transaksi. Kedua teknologi ini memberikan efisiensi yang tinggi, namun dengan pendekatan dengan cara yang berbeda.

HBAR unggul dalam kecepatan transaksi tinggi, keamanan dengan cara Byzantine Fault Tolerance (BFT), dan dukungan tata kelola dari perusahaan besar seperti Google dan IBM, yang membuatnya cocok untuk aplikasi berskala besar seperti DeFi, NFT, dan manajemen rantai pasok. Alternatifnya, XRP menonjol dalam solusi pembayaran lintas batas dengan cara kemitraannya dengan lembaga keuangan global seperti Santander dan American Specific, serta teknologi On-Call for Liquidity (ODL) yang mempercepat transaksi internasional dengan biaya sangat rendah.

Dalam jangka panjang, HBAR mempunyai potensi besar untuk aplikasi endeavor, sedangkan XRP lebih fokus pada efisiensi pembayaran internasional. Meski demikian Ripple menghadapi tantangan regulasi di beberapa negara, teknologi XRP tetap relevan untuk transaksi lintas batas jika masalah hukum bisa diselesaikannya. Pilihan antara HBAR dan XRP bergantung pada kebutuhan pengguna, apakah untuk proyek besar atau pembayaran global.

Bittime, sebagai platform investasi kripto yang terpercaya, menyediakan berbagai fitur untuk memberi dukungan keputusan investasi, mulai dari informasi harga kripto real-time sampai berita paling kekinian. Dengan fitur yang praktis dan tanpa biaya, Bittime berkomitmen membantu pengguna mengoptimalkan investasi mereka di dunia kripto.

Sumber: VRITIMES

member



Source link