KAB BANDUNG – InfoNesia.me// Di tengah kesibukan menuntut ilmu di bangku perkuliahan, tidak banyak pemuda yang memilih meluangkan waktunya untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Auliana Mulia Hernawan, mahasiswa semester 5 Jurusan Administrasi Bisnis di Telkom University Bandung. Ia membuktikan bahwa generasi muda tetap bisa berkontribusi nyata, bahkan di tengah padatnya jadwal akademik.
Dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul, pemuda yang akrab disapa Iyan ini tidak hanya aktif di lingkungan kampus.
Di masyarakat, ia tercatat sebagai anggota aktif Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Miftahul Jannah, Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung yang lokasinya tak jauh dari kampus Telkom University, tempatnya menuntut ilmu.
Melalui organisasi PRIMA tersebut, Iyan rutin terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan aksi sosial yang menyentuh kebutuhan warga sehari-hari.
Semangat berbakti yang dimilikinya pun membawanya melangkah lebih jauh. Auliana dipercaya bergabung ke dalam barisan Tim Pentahelix, wadah kolaborasi lintas sektor yang digagas Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah arahan Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS).

Di Pentahelix Dayeuhkolot, Iyan terlibat aktif dan berkontribusi nyata dalam menangani permasalahan banjir dan permasalahan lingkungan di Kecamatan Dayeuhkolot.
Ia kerap rela kotor-kotoran bersama tim Pentahelix Dayeuhkolot, mulai dari melakukan pemantauan kondisi infrastruktur sungai, membersihkan sampah yang memenuhi kolong jembatan, hingga turun langsung ke sungai untuk melakukan normalisasi atau pengerukan sedimentasi sungai hingga drainase.
Masuk got-got sempit untuk membersihkan sedimentasi atau tumpukan sampah sudah menjadi hal lumrah baginya. Tak jarang ia bergelut dengan bongkahan batu, kayu gelondongan hingga ular sanca yang bersembunyi di celah batu atau saluran air.
“Saya gembira bisa sedikit berkontribusi untuk menangani permasalahan banjir dan lingkungan bersama Pentahelix Dayeuhkolot. Semoga bisa sedikit memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujar Iyan merendah, saat ditemui saat kegiatan normalisasi anak Sungai Cipalasari, Jum’at (14/8/2026).
Bagi Auliana, menjadi mahasiswa bukan berarti hanya bergelut dengan teori di ruang kelas. Ilmu yang didapatnya diyakini akan lebih bermakna jika diterapkan untuk melihat, memahami, dan membantu menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat.
Panas menyengat yang membuat kulitnya gosong ketika mengeruk sungai dan gatal-gatal setelahnya sudah menjadi langganan bagi Iyan. Ia sudah tidak pernah mengeluhkan hal tersebut.
“Bagi saya ada kepuasan sendiri ketika bisa membantu masyarakat, apalagi jika bisa sedikit berkontribusi menangani banjir yang kerap merendam Dayeuhkolot. Harapan saya, semoga ke depan Dayeuhkolot tidak banjir lagi,” ujarnya penuh semangat.
Kiprahnya yang sederhana namun penuh dedikasi ini pun menjadi bukti nyata bahwa anak muda, termasuk mahasiswa, memiliki peran sangat besar dalam menjaga lingkungan dan membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Semoga langkah kecil dan kiprah Auliana menjadi cahaya yang menginspirasi ribuan pemuda lain untuk tak ragu turun tangan dan berkontribusi di tengah masyarakat.(**)
- Yans.








