KAB. GRESIK – InfoNesia.me// Pemerintah Kabupaten Bandung dan Universitas Sunan Gresik (USG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN), guna menjawab tantangan digitalisasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Penandatanganan dilaksanakan pada Minggu (26/04/2026) di Kampus USG, Kabupaten Gresik.
Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Bagian Kerja Sama, Protokol Pimpinan, serta BKPSDM dalam agenda tersebut.
Dalam sambutannya, KDS mengapresiasi langkah Universitas Sunan Gresik yang terus berinovasi, termasuk rencana penambahan program studi dari 37 menjadi 38 program studi di enam fakultas. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan penting dalam menyiapkan SDM unggul.
“Kami sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Penambahan program studi ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KDS.
KDS menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang profesional dan adaptif terhadap digitalisasi menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan anggaran secara bertahap guna mengimplementasikan kerja sama tersebut.
“Sesuai arahan Presiden, peningkatan SDM yang memahami digitalisasi menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Selain itu, KDS juga menekankan pentingnya penerapan sistem reward and punishment bagi ASN. Ia mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang S-1, serta mendorong ASN yang telah lulus S-1 dan berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang S-2. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Bupati sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.
“Kami akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Yang belum kuliah kami dorong untuk S-1, dan yang sudah S-1 serta berprestasi kami dorong untuk bisa melanjutkan ke S-2,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KDS juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), guna memperkuat kolaborasi antar daerah dengan Universitas Sunan Gresik.
“Kebetulan saya Ketua Harian APKASI. Silakan bekerja sama dengan kami, insyaallah saya siap memfasilitasi melalui APKASI agar kerja sama ini bisa menjangkau lebih banyak daerah,” tambah KDS.
Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith menyampaikan bahwa program studi di kampusnya telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran.
“Kami telah menyesuaikan program studi dengan kebutuhan zaman, termasuk integrasi teknologi dan Artificial Intelligence dalam sistem pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ujar Abdul Muhith.
Ia menjelaskan bahwa USG telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi, termasuk model perkuliahan hybrid yang memungkinkan pelaksanaan kuliah secara daring maupun luring sesuai kebutuhan.
“Perkuliahan kami sudah fleksibel, bisa hybrid, bahkan full online atau offline sesuai kesepakatan. Ini membuka peluang besar, termasuk bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, USG juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk dalam pengembangan program studi kedokteran. Fasilitas penunjang seperti rumah sakit pendidikan, unit usaha, koperasi, perbankan, hotel, hingga produksi air minum turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kampus tersebut.
Abdul menambahkan, peluang bagi ASN Kabupaten Bandung untuk melanjutkan pendidikan di USG sangat terbuka, termasuk melalui skema beasiswa, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM, khususnya bagi ASN, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Yans.

Tinggalkan Balasan