BANDUNG – InfoNesia.me/// Dalam upaya mewujudkan tata kelola administrasi pendidikan yang modern, transparan, dan akuntabel, calon kandidat pegawai berkinerja terbaik Jawa Barat periode januari -Juni tahun 2026,
Kepala Cabang Dinas Pendidikan XI Jawa Barat, Santy Kurnia Dewi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan keberhasilan pelaksanaan program penguatan penatausahaan persediaan barang melalui layanan Aset Lancar 8 (ASELAPAN) untuk periode Januari hingga Juni.
Program ini dirancang khusus untuk menciptakan sistem penatausahaan aset lancar dan persediaan barang yang lebih tertib, sistematis, ramah pengguna (user-friendly), serta mampu menghasilkan data dan laporan yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.
Santi Kurnia Dewi menegaskan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Kepala Cabang Dinas XI, ia memegang peran aktif dalam memimpin, mengarahkan, mengelola, serta mengendalikan seluruh alur pelaksanaan program.
qSelain itu, kunci keberhasilan implementasi ini terletak pada kolaborasi yang kuat antara tim teknis VCabang Dinas dan seluruh satuan pendidikan di wilayah kerjanya.
”Program ASELAPAN dilakukan untuk mewujudkan penatausahaan yang lebih tertib, sistematis, mudah digunakan, serta menghasilkan data dan laporan persediaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Santi,pda Senin (24/08/2024)

Santy juga mengatakan, hingga akhir Juni 2026 tercatat sebanyak 58 sekolah/satuan pendidikan telah berhasil menerapkan dan mengintegrasikan sistem ASELAPAN dalam tata kelola administrasi mereka.
Dengan diterapkannya sistem berbasis teknologi ini, efisiensi pengelolaan persediaan barang dan akuntabilitas laporan di lingkungan satuan pendidikan mengalami peningkatan signifikan, sekaligus mendukung transformasi digital tata kelola pelayanan publik di bidang pendidikan,” tukasnya.
Yans.








