Kab.Bandung – InfoNesia.me// Perbekel (Lurah) AbianSemal, Bapak Ida Bagus Bisma Wiratma,beserta rombongan studi banding ke Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Lurah Ida Bagus memaparkan berbagai tantangan dan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan serta pembangunan di wilayahnya. Salah satu isu utama yang disoroti adalah perbandingan pendapatan desa dari sektor pariwisata yang dinilai masih belum sepadan jika dibandingkan dengan cakupan wilayah yang ada.

​Dalam keterangannya, pada saat melaksanakan Study tiru terkait progres kepemerintahan Desa Cangkuang Wetan, berkenaan pengolahan sampah salah satunya, dikatakan Ida Bagus bahwa Pemerintah Kabupaten Badung, Bali diketahui menyalurkan 10% dari pendapatan pajak hotel dan restoran kepada pihak desa.

Kendati demikian,Lurah Ida Bagus Bisma Wiratma menyebutkan bahwa pendapatan asli desa tersebut masih terpaut cukup jauh jika disandingkan dengan besarnya cakupan wilayah.
​”Jadi kalau pendapatan asli desa kita masih jauh kurang… Tapi tidak sepadan dengan Desa Cangkuangwetan ini,” ujar Bapak Ide Bagus Bisma Wiratma. pada jumat (06/11/2026).

​Meski demikian, dukungan dari pajak hotel dan restoran di Kabupaten Badung diakui tetap memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengelolaan keuangan desa dibandingkan daerah lain. Namun, ia juga mengingatkan kerentanan sektor pariwisata terhadap situasi krisis eksternal.

Sebagai contoh, pengalaman masa pandemi COVID-19 di masa lalu sempat melumpuhkan aktivitas pariwisata di Bali secara keseluruhan, sehingga menuntut adanya inovasi dan alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar sektor pariwisata, katanya.

​​Menanggapi langkah konkret yang akan segera diterapkan ke depan, pasca study tiru ke Desa Cangkuang, Ida menempatkan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama yang mendesak untuk segera direalisasikan.

member

Sementara itu, untuk program Koperasi, Desa, dan Kelurahan Merdeka Pangan (KDMP) atau bidang sejenis, pelaksanaannya masih memerlukan waktu karena terkendala oleh masalah ketersediaan lahan.

​Untuk mengatasi kendala pertanahan tersebut, Ida Bagus Selaku Lurah AbianSemal berencana untuk mengoptimalkan peran desa adat. Mengingat satu desa adat terkadang dapat memayungi dua hingga tiga desa dinas, pemanfaatan tanah adat ini perlu dikoordinasikan secara matang agar dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa menyalahi ketentuan administratif lintas wilayah dinas, tegasnya.

​Dalam sebuah studi lapangan terbaru bersama rombongan, Lurah Ida Bagus menyoroti pada keberhasilan berbagai inovasi pengolahan sampah plastik skala lokal serta potensi pengembangan Koperasi Desa.

Sementara itu ​Asep Kusmiadi S.P.d sebagai Kepala Desa Cangkuang Wetan, Ia berhasil memimpin pengolahan sampah plastik skala lokal yang mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna tinggi, seperti tutup gelas plastik dan juga BBM.

Model pengelolaan inovatif ini menawarkan nilai tambah yang lebih besar jika dibandingkan dengan bank sampah konvensional yang umumnya hanya menjual sampah non-organik dalam bentuk mentah,” tambahnya.

​Selain pengelolaan sampah, study tiru lapangan tersebut juga mengevaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dalam evaluasi ini, Ida menjelaskan ketersediaan serta strategi tata letak lahan teridentifikasi sebagai tantangan utama sekaligus poin pembelajaran penting yang dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain,”tukasnya.

 

 

Yans.