Bandung Barat | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pendidikan dengan melantik 112 guru sebagai kepala sekolah definitif di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.
Pelantikan ini menjadi gelombang kedua dalam upaya percepatan pengisian jabatan kepala sekolah yang selama ini masih mengalami kekosongan, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD).
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan setiap satuan pendidikan memiliki pemimpin yang mampu mengelola sekolah secara optimal, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelantikan kali ini merupakan momentum penting dalam memperbaiki sistem kepemimpinan sekolah di Bandung Barat.
“Sebanyak 112 guru yang hari ini dilantik sebagai kepala sekolah merupakan capaian yang sangat berarti. Dengan pelantikan ini, jumlah sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah semakin berkurang,” ujar Edy usai prosesi pelantikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung Barat yang telah memberikan kepercayaan melalui Surat Keputusan (SK) kepada para guru untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung Barat yang telah memberikan SK kepada para guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 111 orang mengisi jabatan Kepala SD, sedangkan 1 orang dilantik sebagai Kepala SMP. Komposisi tersebut disesuaikan dengan kondisi kebutuhan di lapangan, mengingat kekosongan kepala sekolah di tingkat SD masih jauh lebih tinggi dibandingkan SMP.
Menurut Edy, saat ini kebutuhan kepala sekolah SD masih mencapai sekitar 300 formasi, sedangkan di tingkat SMP hanya tersisa sekitar 16 formasi yang belum terisi.
“Kami memprioritaskan pengisian kepala sekolah SD karena jumlah kekosongannya jauh lebih besar. Untuk SMP, kebutuhan saat ini relatif lebih sedikit,” jelasnya.
Meski telah melakukan pelantikan secara bertahap, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat mengakui masih terdapat sekitar 200 jabatan kepala sekolah yang belum terisi. Seluruhnya kini sedang diproses melalui tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan seluruh kekosongan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026 sehingga tidak ada lagi sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas dalam jangka panjang.
Pelantikan kali ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya pemerintah melantik 23 kepala sekolah pada tahap pertama.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan telah menyiapkan gelombang ketiga yang diperkirakan akan melantik sekitar 128 kepala sekolah untuk menuntaskan kebutuhan yang masih tersisa.
“Kami optimistis seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana. Mudah-mudahan gelombang ketiga segera terlaksana sehingga seluruh kebutuhan kepala sekolah di Kabupaten Bandung Barat dapat terpenuhi,” ungkap Edy.
Dengan percepatan pengisian jabatan kepala sekolah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap kualitas manajemen sekolah semakin meningkat, kepemimpinan pendidikan semakin kuat, serta pelayanan kepada peserta didik dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
Kehadiran kepala sekolah definitif juga diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan serta mempercepat terwujudnya sekolah yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Bandung Barat.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan