Kab. Bandung Barat | INFONESIA.ME // Bencana angin puting beliung menerjang kawasan Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 13.20 WIB. Peristiwa yang datang secara tiba-tiba ini memicu kepanikan warga setelah angin kencang disertai hujan deras menyapu permukiman di sejumlah wilayah.

Berdasarkan laporan pemerintah desa setempat, angin kencang awalnya bergerak dari arah Kota Bandung sebelum berubah menjadi pusaran puting beliung yang meluluhlantakkan bagian atap rumah warga.
Sedikitnya empat wilayah terdampak yakni RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 13 di sepanjang Jalan Raya Lembang Km 12,1, Kampung Cihideung Gudang.
Dampak bencana tersebut cukup signifikan. Sekitar 40 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap yang beterbangan diterjang angin.

Selain itu, lebih dari 70 kepala keluarga (KK) terdampak dan kini membutuhkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Tidak hanya merusak permukiman, angin puting beliung juga menyebabkan sedikitnya empat pohon tumbang di jalur utama Lembang, tepatnya di depan kawasan Hotel Grand Hani dan Rumah Makan Darmaga Sunda.
Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Pemerintah Desa Gudang Kahuripan bergerak cepat melakukan penanganan awal.

Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat telah disalurkan berupa 40 terpal dan 50 kasur untuk warga terdampak. Terpal digunakan sebagai penutup sementara atap rumah guna mengantisipasi hujan susulan yang berpotensi memperparah kerusakan.
Selain itu, tim penanggulangan bencana bersama warga mulai melakukan pembersihan pohon tumbang guna memulihkan akses jalan dan memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Pemerintah desa juga tengah mengoordinasikan bantuan lanjutan berupa logistik makanan, pakaian, serta tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana, menyampaikan bahwa penanganan darurat masih terus berlangsung dan pihaknya berharap adanya dukungan tambahan dari berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan.
“Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan seperti kawasan Lembang. Upaya mitigasi dan penanganan cepat dinilai krusial untuk meminimalkan dampak yang lebih luas di masa mendatang.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan