KAB. BANDUNG – InfoNesia.me// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna kembali melaksanakan kegiatan rutin Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-3/1447 Hijriah di Masjid Al-Multazam Cherry Field Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada Minggu (22/02/2026) malam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, para Asisten serta Kepala Dinas, Kepala Badan, jajaran Muspida Kabupaten Bandung, Muspika se-Dapil 3, para kepala desa, serta para pihak lainnya juga turut hadir pada kegiatan Safari Ramadan dan Tarling Bupati dan Wakil Bupati Bandung tersebut. DP 3 ini meliputi Kecamatan Bojongsoang, Cileunyi, Cilengkrang dan Cimenyan.
Bupati Bandung H Dadang Supriatna mengatakan kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling ini dalam rangka silaturahmi dengan para jamaah maupun para tokoh masyarakat yang hadir di masing-masing desa dalam melaksanakan salat tarawih di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna yang berpasangan dengan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bandung, setelah melewati setahun kepemimpinan periode 2025-2030 bertepatan pada 20 Februari 2026.
“Berdasarkan informasi laporan dari Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah) Kabupaten Bandung, dari visi misi dan 57 rencana aksi, kita sudah menyelesaikan 74 persen,” kata Kang DS, sembari disambut tepuk tangan oleh para jamaah.
“Tentu ini bukan keberhasilan saya secara pribadi, tapi ini keberhasilan seluruh pihak. Tentu masih banyak kekurangan yang harus kita selesaikan. Maka saya berharap kerjasamanya dari seluruh, baik kepala desa, BPD, LPMD, perangkat desa, termasuk para Ketua RW, dan RT, tokoh masyarakat untuk sama-sama mengawal visi misi Kabupaten Bandung. Yang mana visinya itu terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera), maju, berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Kang DS.
Terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM), Kang DS menyebutkan, Presiden Prabowo sudah menggulirkan program yang sangat luar biasa. Di antaranya dengan adanya program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
“Program MBG ini salah satu upaya dan ikhtiar Pak Presiden, bagaimana untuk menciptakan SDM unggul, di antaranya dengan memberikan asupan makanan bergizi kepada generasi penerus bangsa dan negara,” katanya.
Bupati berharap program MBG di Kabupaten Bandung, khususnya di DP 3 yang meliputi Kecamatan Bojongsoang, Cileunyi, Cilengkrang dan Cimenyan sudah bergulir.
“Program MBG ini perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya dan kita dukung, karena secara ilmu kedokteran maupun kesehatan, bahwa timbulnya kreativitas, inovasi dan kecerdasan karena asupan makan bergizi,” ungkapnya.
Kang DS mengatakan penerima manfaat program MBG ini mencapai 1,253 juta jiwa dengan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 5,4 triliun. Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Bandung bagaimana melakukan langkah-langkah dan upaya untuk menciptakan wirausaha muda dan lapangan kerja.
“Setiap tahun kita mentargetkan 10.000 pengusaha baru, alhamdulillah terealisasi tahun 2025 sekitar 11.867 orang,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia ini dibarengi dengan program BESTI atau Beasiswa Ti Bupati. Pada tahun 2025 mencapai 250 mahasiswa, dan tahun 2026 ini juga 250 calon mahasiswa hingga 500 calon mahasiswa yang akan dipersiapkan.
Pada kesempatan tarling ke-3 di DP 3 tersebut, Kang DS menyampaikan bahwa pihaknya berencana melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Cimenyan pada bulan April 2026.
“Termasuk kita akan membuat Bandung Bedas Convention Center yang bertepatan di depan KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) Tegalluar. Ini suatu komitmen yang harus dilakukan dan realisasikan. Dan ini tentunya kontrak politik yang disampaikan pada waktu penyampaian visi misi kami dengan Pak Wakil,” tuturnya.
Kang DS mengatakan walaupun TKD (Transfer Ke Daerah) berkurang, tapi anggaran untuk guru ngaji sebesar Rp 109 miliar tetap jadi prioritas.
Karena TKD berkurang capai Rp1 triliun, ia juga berharap Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, berharap segera ada penyelesaian.
“Perlu saya sampaikan, histori perjalan daripada tenaga honorer jadi PPPK Paruh Waktu itu sebenarnya, saya sudah berjuang tahun 2017 pada saat itu jadi Komisi D di DPRD Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Dengan APBD mencapai puluhan miliar rupiah, kata Kang DS, ia sebagai bupati pertama pada tahun 2021, anggaran itu digelontorkan kepada guru-guru honorer berupa uang Rp 350.000 berikut BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
“Dengan adanya rekrutmen dari guru honorer meningkat jadi PPPK, kami sudah melantik 9.000 orang dan didalamnya ada 7.500 orang untuk guru dari guru honorer menjadi PPPK. Nah saat ini dari 7.550 yang sudah kita lantik menjadi PPPK Paruh Waktu, di antaranya 4.650 ini adalah guru yang masuk dalam kategori PPPK Parow (Paruh Waktu),” tuturnya.
Ia menyebutkan berdasarkan Instruksi Mendikdasmen bahwa BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) tidak boleh digunakan untuk gaji. Maka, ia perintahkan Sekretaris Daerah untuk segera mengkajinya.
“PPPK Paruh Waktu itu ada yang sudah mendapatkan sertifikasi atau tunjangan profesi guru dari pemerintah pusat Rp2 juta. Maka Pemerintah Kabupaten Bandung saat ini baru bisa memberikan untuk yang sudah mendapatkan tunjangan profesi guru yaitu sebesar Rp500.000/bulan. Dan bagi yang belum mendapatkan tunjang profesi guru maka diberikan Rp1 juta, karena kondisi fiskal kita masih terbatas,” katanya.
Kang DS pun sangat care dan peduli terhadap guru-guru yang perlu dibantu dan diperjuangkan. “Insya Allah akan kita dorong terus melalui Men-PAN-RB
(Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), yang tentunya kita dorong supaya PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK,” katanya.**
Yans.

Tinggalkan Balasan