BANDUNG | INFONESIA.Me // 
Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Literasi Agama dan Keagamaan, sebagai langkah strategis memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat yang moderat, inklusif, dan berlandaskan literasi yang sehat.

Pengukuhan dilaksanakan di Sutan Raja Hotel Convention Centre, Kamis ( 24/9/2026), dihadiri oleh staff Khusus kementrian bidang komunikasi, kebijakan dan SDM publik Agama RI, Dr. Drs. H. Ismail Cawidu, M.Si, kepala kemenag atau perwakilan Kabupaten / Kota se Jawa Barat , tokoh agama, kepala KUA, pengawas madrasah, guru PAI. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Dr. Drs, H. Ismail Cawidu M.Si.

Kepala Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman S.Ag., M.Si, menekankan bahwa literasi keagamaan bukan sekadar kemampuan membaca kitab atau teks agama, melainkan juga kemampuan memahami, menyaring, dan mengamalkan ajaran agama secara utuh, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Di tengah banjir informasi, masyarakat butuh panduan agar tidak terjebak pada pemahaman yang sempit, apalagi yang berpotensi memecah belah,” ujarnya.

Satgas Literasi Agama dan Keagamaan dibentuk untuk mengoordinasikan berbagai program literasi di lingkungan Kementerian Agama, baik yang menyasar pelajar, remaja masjid, majelis taklim, maupun komunitas keagamaan lainnya.

member

Program ini bertujuan meningkatkan akses keagamaan secara cepat melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan prosedur, dan perluasan titik layanan di tingkat bawah . Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan haji, umrah, zakat, wakaf, dan bimbingan keagamaan lebih mudah, merata, dan transparan.

Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif berupa layanan keagamaan yang lebih cepat, mudah diakses, dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat. Digitalisasi dan perluasan titik layanan juga berpotensi meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat tata kelola lembaga keagamaan, dan memperluas jangkauan program sosial berbasis masjid dan komunitas.

” Jawa Barat diharapkan kerukunan umat beragama kian menguat seiring makin luasnya akses layanan keagamaan yang cepat, mudah, dan inklusif. Sinergi antara digitalisasi layanan, satgas dan inisiatif warga menjadi kunci terciptanya suasana harmoni yang lebih nyata di tengah masyarakat.” Pungkasnya.

 

Jurnalis.  : Andri

Editor.     : InfoNesia.me