Bandung Barat | InfoNesia.me // Polemik pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Gunungmasigit Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang viral di media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi.
Isu yang menyebut bangunan koperasi berdiri di tengah hutan dan sulit dijangkau masyarakat dibantah langsung oleh Danramil 0905/Cipatat, Kapten Inf. Sujana.
Belakangan ini beredar berbagai unggahan di media sosial yang mempertanyakan lokasi pembangunan program nasional tersebut.

Narasi yang berkembang menyebut Koperasi Merah Putih dibangun di kawasan hutan sehingga dinilai tidak strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Menanggapi hal itu, Kapten Inf. Sujana menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Ia memastikan lokasi pembangunan telah melalui proses penyesuaian dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh instansi terkait.
“Informasi yang viral di media sosial tidak benar. Lokasi pembangunan ini sudah disesuaikan dengan ketentuan dan kriteria yang ditetapkan oleh dinas terkait,” ujar Sujana saat meninjau lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih.
Ia menjelaskan, bangunan koperasi bukan berada di kawasan hutan sebagaimana yang ramai diperbincangkan. Lokasi tersebut berada di area parkir kawasan wisata yang telah memiliki akses kendaraan sehingga mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, anggapan bahwa bangunan berada di tengah hutan kemungkinan muncul karena posisi lokasi berada di dataran yang lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya, sehingga dari sudut pandang tertentu terlihat terpisah dari permukiman.
“Ini berada di area parkir objek wisata, bukan di tengah hutan. Jalur kendaraan tersedia dan lokasinya juga tidak jauh dari permukiman warga. Karena berada di tempat yang lebih tinggi, mungkin muncul persepsi seolah-olah berada di tengah hutan,” jelasnya.
Penjelasan tersebut sekaligus menjawab berbagai keraguan masyarakat mengenai kelayakan lokasi pembangunan koperasi yang diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
Di sisi lain, pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Gunungmasigit Citatah kini telah memasuki tahap penyelesaian.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 89 persen dan hanya menyisakan beberapa pekerjaan akhir sebelum dapat difungsikan.
“Progresnya sudah sekitar 89 persen. Saat ini tinggal penyelesaian pekerjaan finishing,” kata Sujana.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan koperasi tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Mayoritas tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembangunan merupakan warga lokal yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
“Kami mengutamakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Sebagian besar tukang yang mengerjakan pembangunan ini berasal dari warga setempat,” ungkapnya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.
Karena itu, keberadaan dan aksesibilitas lokasi menjadi perhatian penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Kapten Inf. Sujana berharap, setelah resmi beroperasi, Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi yang membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Harapan kami koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat terhadap program ini juga cukup baik,” pungkasnya.
Polemik yang sempat berkembang di media sosial menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi dalam setiap pembangunan sangat penting.
Klarifikasi yang disampaikan secara langsung oleh pihak terkait diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh berdasarkan fakta di lapangan.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan