Kab.Bandung – InfoNesia.me// Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj Renie Rahayu Fauzi S.H, kembali turun langsung menyapa masyarakat dalam agenda reses masa sidang II Tahun 2026. Kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Bandung tersebut menggelar reses di GOR Desa Cibodas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung,pada Sabtu (29/02/2026).

Politisi dari Fraksi PKB Dapil 5 Kabupaten Bandung itu hadir di tengah para Ketua RT dan RW, perangkat desa, BPD, LPMD, serta kader PKK Desa Cibodas. Sebelumnya, ia telah menyerap aspirasi lebih dari 500 konstituen di sejumlah titik di wilayah Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, dan Paseh.

Dalam kesempatan tersebut, Hj Renie Rahayu menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat yang nantinya akan dimasukkan ke dalam SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah)

“Saya berharap melalui pelaksanaan reses ini, berbagai masukan masyarakat bisa dibawa dan diinput ke dalam SIPD sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga mendorong para ketua Rwdan Rt untuk menjadi garda terdepan dalam merespons serta menyampaikan kebutuhan warga kepada wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bandung.

Menurutnya, meskipun saat ini Kabupaten Bandung mengalami pengurangan Transfer Ke Desa (TKD) hampir Rp1 triliun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan.

member

“Alhamdulillah, walaupun ada pengurangan TKD hampir Rp1 triliun, tidak mengurangi semangat Bupati Bandung Kang DS dan jajaran Pemkab untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ini bentuk komitmen kami bersama,” ungkapnya.

Dalam dialog bersama warga,hj Renie menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.
Ia juga menyebut sejumlah kebutuhan dasar masyarakat seperti sarana MCK (mandi, cuci, kakus), air bersih melalui program SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum), serta sarana prasarana utilitas umum lainnya harus menjadi perhatian bersama.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap usulan pembangunan tetap harus berdasarkan skala prioritas dan tidak tumpang tindih dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan.

Hj Renie pun memberi perhatian khusus terhadap rumah tidak layak huni (rutilahu), terutama yang ditempati oleh warga lanjut usia. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dibiarkan hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai ada rumah tidak layak huni yang ambruk baru kemudian viral. Jika ada, segera diusulkan melalui kepala desa untuk diteruskan ke Pemkab Bandung,” tegasnya.

Selain itu, warga juga dapat mengakses program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) yang turut diperjuangkan oleh wakil ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal.

Menurut hj Renie, berbagai program seperti BSPS, BAZNAS, hingga Rumah Aspirasi Kang Cucun telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya dalam program bedah rumah.

Tak hanya fokus pada infrastruktur dan perumahan, hj Renie juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pengolahan sampah tuntas di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan. Pembangunan Harus Tepat Sasaran di Tengah Tekanan Anggaran “Insya Allah anggaran untuk pembebasan lahannya sudah disetujui,” pungkasnya.

Melalui reses tersebut, hj Renie berharap kehadiran anggota dewan di tengah masyarakat benar-benar berdampak nyata pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan warga, khususnya di Kecamatan Solokanjeruk dan wilayah Dapil 5 Kabupaten Bandung.”tukasnya.

 

Yans.