BANDUNG BARAT | INFONESIA.ME //  Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Kampung Gunung Batu, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan. Setelah lebih dari satu tahun menghadapi kesulitan hidup di Sorong, Papua Barat, Ade Halidan bersama istri dan dua anaknya akhirnya dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga tercinta.

Kepulangan keluarga tersebut menjadi kabar membahagiakan bagi warga setempat. Mereka sebelumnya merantau dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.

Namun kenyataan berkata lain, keluarga itu justru mengalami berbagai kesulitan hingga tidak memiliki biaya untuk kembali pulang.

Di balik kepulangan tersebut, terdapat peran besar pemerintah yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat.

Ketua RW 01 Desa Puteran, Didin Supriyadi, mewakili warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, serta Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, M.Si., yang telah membantu memfasilitasi proses pemulangan Ade Halidan dan keluarganya.

member

Menurut Didin, kabar mengenai kondisi Ade Halidan sempat menimbulkan keprihatinan mendalam di lingkungan warga. Keluarga tersebut berada dalam situasi yang sulit dan membutuhkan uluran tangan berbagai pihak agar dapat kembali ke Bandung Barat.

Kami atas nama masyarakat Desa Puteran mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Dedi Mulyadi, Bapak Bupati Jeje Ritchie Ismail, dan Bapak Wakil Bupati H. Asep Ismail. Berkat perhatian dan kepedulian mereka, Ade Halidan beserta keluarganya kini bisa kembali ke rumah. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli terhadap rakyatnya,” ujar Didin Supriyadi didampingi Kesra Desa Puteran, Iyan, Jumat (16/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pemulangan bermula dari surat resmi Dinas Sosial Kota Sorong yang meminta bantuan karena keterbatasan program penanganan yang tersedia di daerah tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui jajaran Dinas Sosial bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sehingga proses pemulangan dapat terlaksana dengan baik.

Kembalinya Ade Halidan, Peni Herawati, M. Nurfadilah, dan Rizki Thermawan ke tanah kelahiran menjadi contoh nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan.

Kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat terlihat dalam penanganan kasus tersebut.

Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan administratif, tetapi juga memastikan warganya yang berada dalam kesulitan mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak.

Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar memfasilitasi kepulangan, tetapi juga mengembalikan harapan dan martabat sebuah keluarga. Masyarakat merasa bangga memiliki pemimpin yang cepat tanggap dan peduli terhadap nasib warganya,” tambah Didin.

Kedatangan keluarga Ade Halidan disambut hangat oleh keluarga besar, kerabat, dan masyarakat sekitar. Setelah melewati masa-masa sulit selama berada di perantauan, mereka kini dapat memulai kembali kehidupan di kampung halaman dengan semangat baru.

Warga Desa Puteran berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang hendak merantau atau bekerja di luar daerah agar lebih berhati-hati dalam memilih pekerjaan serta selalu menjalin komunikasi dengan pemerintah desa dan keluarga.

Kasus ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Selamat datang kembali di tanah kelahiran, Ade Halidan dan keluarga. Kepulangan ini menjadi simbol bahwa negara dan pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan serta harapan bagi setiap warganya yang membutuhkan.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me