SOREANG | INFONESIA.ME // Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.

Seiring kondisi tersebut, berbagai pihak mulai menggeser pola perayaan ke arah kegiatan yang lebih berdampak langsung bagi keberlanjutan alam.

Salah satu langkah nyata ditunjukkan mantan Bupati Bandung periode 2010–2020, Dadang M. Naser, melalui penyaluran ratusan bibit pohon produktif penghasil oksigen kepada masyarakat.

Menurut Dadang, kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepedulian konkret terhadap kondisi lingkungan yang kian tertekan akibat alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung kawasan resapan air.

Ia menegaskan, penanaman pohon harus diiringi dengan komitmen perawatan bersama agar memberikan manfaat jangka panjang.

member

“Pohon-pohon ini bukan hanya untuk ditanam, tetapi harus dirawat dan dijaga. Dari situlah keseimbangan alam bisa kita bangun kembali,” ujarnya.

Dadang juga menilai, momentum hari jadi daerah seharusnya menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran ekologis, terlebih di tengah bencana yang terus berulang.

“Banjir yang terjadi saat ini menjadi alarm serius. Maka peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai gerakan bersama menanam, merawat, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, dan lingkungan hidup, ia menekankan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan pendekatan jangka panjang yang terencana dan berkesinambungan.

Ia mengingatkan, banyak program penghijauan yang tidak berjalan optimal karena berhenti pada tahap seremoni. Padahal, keberhasilan sesungguhnya terletak pada keberlangsungan hidup tanaman yang ditanam.

“Yang terpenting bukan berapa banyak yang ditanam, tetapi berapa yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat. Satu pohon yang hidup jauh lebih berharga dibandingkan seribu yang mati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dadang menyoroti pentingnya sistem pemeliharaan yang baik, keterlibatan aktif masyarakat, serta adanya monitoring dan evaluasi berkelanjutan dalam setiap program penghijauan.

Ia juga mendorong lahirnya kader-kader lingkungan di tingkat masyarakat sebagai ujung tombak keberlanjutan gerakan tersebut. Menurutnya, kader lingkungan tidak hanya bertugas menanam, tetapi juga memahami fungsi ekologis dan menjaga keberlangsungan pohon.

Dengan gerakan penanaman yang masif dan perawatan yang konsisten, Dadang optimistis risiko banjir di Kabupaten Bandung dapat ditekan secara bertahap, terutama melalui perbaikan kawasan hulu dan peningkatan daya resap air.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Jika dilakukan dengan serius, dampaknya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga dunia usaha untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung sebagai titik balik dalam membangun gerakan lingkungan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me