BANDUNG BARAT | INFONESIA.ME // Panitia Musyawarah Besar (Mubes) I Persatuan Peduli Perjuangan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Mubes yang akan digelar pada Minggu, 14 Juni 2026 di kawasan Pacuan Kuda Pakuhaji, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki tahap akhir.
Ketua Panitia Mubes I P4KBB, Eber NH, SH, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Mubes mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dukungan moral dari sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Bandung Barat.
Tahapan penjaringan calon ketua telah dibuka sejak 22 Mei 2026 dan kini telah memasuki hari-hari terakhir menjelang pelaksanaan acara.
Menurut Eber, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum musyawarah organisasi, tetapi juga dikemas dalam tiga agenda besar sekaligus. Pertama, pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) I P4KBB. Kedua, pengukuhan Ketua P4KBB periode berikutnya berdasarkan hasil penjaringan yang dilakukan panitia. Ketiga, peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Bandung Barat sebagai momentum refleksi perjalanan daerah hasil pemekaran tersebut.
“Alhamdulillah, dari hasil aspirasi yang berkembang di internal organisasi, baik pengurus maupun anggota masih menginginkan Kang Yacob Anwar Lewi untuk kembali memimpin P4KBB. Karena itu beliau akan dikukuhkan kembali untuk periode kedua sebagai Ketua P4KBB,” ujar Eber.
Acara dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema:

“Revitalisasi Struktur Sebagai Perwujudan Visi dan Misi Organisasi Dalam Rangka Menjadi Mitra Strategis dan Kontrol Sosial Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang Amanah Gaskeun.”
Tema tersebut menjadi penegasan komitmen P4KBB untuk terus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya mendukung pembangunan daerah, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Eber menegaskan bahwa keberadaan P4KBB sejak awal lahir bukan sekadar organisasi seremonial ataupun wadah berkumpulnya tokoh masyarakat.
P4KBB merupakan rumah perjuangan yang diisi oleh para tokoh pemekaran, pejuang lahirnya Kabupaten Bandung Barat, tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
“P4KBB harus tetap konsisten mengawal pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran kami bukan hanya memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi mitra strategis yang kritis dan konstruktif demi kemajuan masyarakat Bandung Barat,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta yang telah terdata mencapai sekitar 80 orang di luar tamu undangan. Panitia juga akan mengundang Bupati Bandung Barat, unsur Forkopimda, kepala dinas, DPRD, para pendiri Kabupaten Bandung Barat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (Ormas), LSM, organisasi kepemudaan (OKP), serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Lebih lanjut, Eber menegaskan bahwa P4KBB merupakan organisasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap Bandung Barat.
Namun demikian, untuk menjadi calon ketua terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya berdomisili dan memiliki KTP Kabupaten Bandung Barat serta aktif sebagai pengurus atau anggota P4KBB.
“P4KBB hanya ada di Kabupaten Bandung Barat karena organisasi ini lahir dari semangat perjuangan masyarakat Bandung Barat. Tidak ada cabang di daerah lain karena fokus utama kami adalah menjaga dan mengawal daerah ini agar semakin maju,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal P4KBB, Daswan Muda, menegaskan bahwa Mubes I menjadi momentum refleksi penting menjelang usia ke-19 Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, cita-cita besar pemekaran daerah yang diperjuangkan para pendiri harus terus dijaga dan diwujudkan melalui pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Daswan menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari infrastruktur jalan yang masih rusak, pelayanan kesehatan yang perlu ditingkatkan, hingga persoalan pendidikan yang masih menjadi keluhan masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Kita bersyukur Kabupaten Bandung Barat kembali meraih opini WTP dari BPK. Namun kita juga harus melihat fakta di lapangan. Masih banyak jalan yang rusak, akses ekonomi masyarakat yang belum optimal, pelayanan kesehatan yang perlu ditingkatkan, serta berbagai persoalan pendidikan yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Menurut Daswan, P4KBB akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar tidak melenceng dari cita-cita awal pemekaran Kabupaten Bandung Barat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat.
“P4KBB akan terus menjadi jembatan suara masyarakat. Kami ingin pelayanan publik semakin baik, mudah dan terjangkau. Kami ingin kesejahteraan masyarakat meningkat dan pembangunan Kabupaten Bandung Barat tidak tertinggal dibandingkan daerah otonomi baru lainnya di Jawa Barat maupun di Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, semakin terbuka dalam mendengarkan aspirasi masyarakat serta menjadikan kritik sebagai bagian dari upaya perbaikan bersama.
Melalui Mubes I dan pengukuhan kepengurusan yang baru, P4KBB diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus kontrol sosial yang independen dalam mengawal pembangunan Kabupaten Bandung Barat agar tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.
Dengan semangat refleksi 19 tahun Kabupaten Bandung Barat, Mubes I P4KBB diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan baru demi mewujudkan Bandung Barat yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : Infonesia.me








