Syukuri Beresnya Pembangunan Jembatan, Ketua RW 17 Cijagra Bersama Tokoh Masyarakat Gelar Tradisi Tumpengan
Kab.Bandung – InfoNesia.me// Rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan dan perbaikan jembatan penghubung warga di wilayahnya diwujudkan secara khidmat oleh Ketua RW 17 Cijagra, Sumiati, bersama para tokoh masyarakat, Karang Taruna dan seluruh warga, melalui penyelenggaraan tradisi syukuran Tumpengan, pada Kamis (14/05/2026). Acara penuh makna ini digelar sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi dan kebersamaan yang telah terjalin selama proses pengerjaan berlangsung.
Sebagaimana diketahui, jembatan yang selama ini menjadi urat nadi akses utama ratusan keluarga di RW 17 ini sempat dalam kondisi rusak parah, lapuk, dan membahayakan keselamatan pengguna, bahkan sempat menghambat aktivitas warga selama bertahun-tahun. Berkat kegigihan Ketua RW Sumiati, dukungan penuh seluruh warga, serta semangat gotong royong yang tak pernah padam, perbaikan jembatan berhasil diselesaikan dengan sempurna, bahkan dilanjutkan dengan pengecetan hingga tampilannya menjadi kokoh, aman, dan indah dipandang. Kini jembatan tersebut telah dapat dimanfaatkan kembali secara maksimal untuk melancarkan mobilitas dan perekonomian warga.
Bagi masyarakat setempat, keberhasilan ini bukanlah hal yang mudah, melainkan buah kerja keras, pengorbanan, dan persatuan yang luar biasa. Oleh karena itu, tak lengkap rasanya jika keberhasilan tersebut tidak diiringi dengan rasa syukur yang tulus, yang dituangkan dalam tradisi turun-temurun yang sarat makna budaya ini.
Acara tumpengan digelar secara sederhana namun khidmat di tepi jembatan yang baru saja rampung diperindah. Terlihat sebuah tumpeng nasi kuning yang megah diletakkan di tengah, dikelilingi oleh berbagai lauk-pauk dan makanan khas yang disumbangkan secara sukarela oleh setiap keluarga. Suasana terasa hangat, akrab, dan penuh sukacita, dipenuhi senyum dan canda tawa warga yang berkumpul tanpa memandang perbedaan status dan usia.
Dalam sambutannya, Ketua RW Sumiati tampak terharu saat menyampaikan rasa syukurnya. Beliau menegaskan bahwa berdirinya kembali jembatan ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan kebersamaan dan doa bersama mampu mengatasi segala kesulitan.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, apa yang kita cita-citakan bersama akhirnya terwujud. Dari kondisi yang mengkhawatirkan, kini jembatan ini berdiri kokoh, aman, dan indah. Semua ini bukan kerja saya sendirian, melainkan hasil kerja keras, doa, dan dukungan tulus dari Bapak Ibu sekalian. Melalui tumpengan ini, kita panjatkan rasa terima kasih kita, semoga jembatan ini senantiasa membawa berkah, kemudahan, dan keamanan bagi kita semua,” ujar Sumiati dengan nada haru disambut tepuk tangan meriah seluruh warga.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Irvan Permana menyampaikan bahwa tradisi tumpengan ini mengandung makna mendalam: nasi tumpeng yang menjulang melambangkan harapan agar rezeki dan kemajuan warga senantiasa naik terus, sedangkan kebersamaan dalam membuat dan menikahinya menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar.
“Kita bersyukur bukan hanya karena jembatannya jadi bagus, tapi yang paling berharga adalah bagaimana kebersamaan kita selama ini teruji dan makin kuat. Tumpengan ini adalah simbol persatuan, doa keselamatan, dan harapan agar kebaikan ini terus mengalir. Semoga jembatan ini menjadi saksi sejarah persaudaraan kita, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang,” ungkap Irvan.
Setelah rangkaian doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat, acara dilanjutkan dengan pembagian tumpeng dan hidangan kepada seluruh warga yang hadir. Semua menikmati hidangan dengan rasa gembira dan penuh keakraban, seolah menjadi satu keluarga besar yang tak terpisahkan.
Kini, jembatan yang telah selesai dibangun, diperindah, dan disyukuri melalui tumpengan ini tidak lagi sekadar sebagai fasilitas penghubung fisik semata, melainkan menjadi simbol kebanggaan, bukti kekuatan gotong royong, serta warisan nilai luhur yang akan terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh warga RW 17 Cijagra untuk selama-lamanya.
Yans.





