Bandung Barat | InfoNesia.me // Semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus mengawal pembangunan daerah mewarnai peringatan Milangkala ke-5 Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) yang dirangkaikan dengan Musyawarah Besar (Mubes) I.
Kegiatan tersebut berlangsung di Wisata Paku Haji, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/6/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, dewan penasihat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan refleksi perjalanan organisasi selama lima tahun, Mubes I juga menjadi momentum strategis dalam menentukan arah perjuangan P4KBB ke depan.
Dalam forum musyawarah tersebut, Yacub Anwar Leuwi, S.IP., kembali mendapatkan kepercayaan penuh untuk memimpin P4KBB pada periode selanjutnya.

Pengukuhan ketua terpilih menjadi salah satu agenda penting yang menandai keberlanjutan perjuangan organisasi dalam mengawal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat.

Ketua P4KBB terpilih, Yacub Anwar Leuwi, menyampaikan rasa syukur atas eksistensi organisasi yang kini memasuki usia lima tahun. Menurutnya, perjalanan panjang yang telah dilalui merupakan bukti nyata semangat dan konsistensi seluruh anggota dalam menjaga cita-cita perjuangan sejak organisasi ini berdiri.
“Yang paling membanggakan bagi kami adalah P4KBB mampu bertahan dan terus berkembang hingga usia lima tahun. Hari ini juga menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya kita melaksanakan Musyawarah Besar. Saya berharap seluruh anggota dapat terus bersatu, memperkuat organisasi, dan bersama-sama mewujudkan tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yacub.
Ia menegaskan bahwa setelah terbentuknya kepengurusan baru, P4KBB akan segera menyusun program kerja yang berorientasi pada pemberian kritik, masukan, serta solusi yang konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari pelayanan publik, kekosongan jabatan pada sejumlah perangkat daerah, kondisi infrastruktur, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga persoalan kemacetan yang semakin dirasakan masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama P4KBB adalah kemacetan di kawasan Cimareme dan Batujajar. Yacub menilai pembangunan Flyover Cimareme merupakan langkah strategis yang perlu segera direalisasikan guna mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Kemacetan bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga dapat mengganggu layanan darurat seperti ambulans. Karena itu, kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, P4KBB juga mendorong peningkatan kualitas sektor pendidikan dan kesehatan sebagai upaya mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Dewan Penasihat P4KBB, Mega Hari, menegaskan bahwa organisasi harus tetap menjadi mitra kritis pemerintah daerah dengan memberikan masukan yang objektif dan konstruktif demi terciptanya pembangunan yang lebih baik.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat saat ini perlu mendapatkan dukungan sekaligus pengawasan dari masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.
“Kita harus belajar dari pengalaman pemerintahan sebelumnya. Jika ada kekurangan, maka menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan masukan dan mendorong perbaikan. Sebaliknya, jika ada kebijakan yang baik, tentu harus kita dukung demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat,” ujar Mega Hari.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Menurutnya, keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja pembangunan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Masyarakat menginginkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya. Infrastruktur yang baik akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kebijakan anggaran harus lebih berpihak kepada pembangunan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Milangkala V dan Mubes I P4KBB, Eber Simbolon, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Eber, kelancaran seluruh rangkaian acara tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, para donatur, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota P4KBB yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, para donatur, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Milangkala V dan Mubes I P4KBB dapat terselenggara dengan baik. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya kegiatan ini,” ungkap Eber.
Ia menjelaskan bahwa agenda kegiatan meliputi pembukaan Musyawarah Besar I P4KBB, peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 organisasi, penetapan hasil formatur, hingga pengukuhan Ketua P4KBB terpilih untuk periode berikutnya.
Eber berharap kepengurusan yang baru dapat membawa organisasi semakin maju, solid, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Untuk itu kami memohon maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat. Semoga P4KBB ke depan semakin kuat, semakin kompak, dan terus menjadi bagian penting dalam perjuangan mewujudkan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.
Melalui Milangkala ke-5 dan Mubes I ini, P4KBB menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah perjuangan masyarakat, sekaligus menjadi mitra kritis yang aktif memberikan pemikiran, kritik membangun, serta solusi bagi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Bandung Barat.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me








