LKota Bandung | INFONESIA.ME // Baznas Kota Bandung menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekitar Rp23 miliar selama Januari hingga September 2026. Targetnya penghimpunan mencapai Rp34 miliar hingga akhir tahun.
Target itu menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Bandung.
Ketua Baznas Kota Bandung, Momon Ahmad Imron mengungkapkan, capaian tersebut dalam kegiatan Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tahun 2026 di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Jalan Kadipaten Raya, Senin, 19 Oktober 2026.

“Insyaallah di akhir tahun kita mencapai Rp34 miliar,” ujar Momon.
Selain menghimpun dana, Baznas Kota Bandung telah menyalurkan sekitar Rp17 miliar selama Januari hingga September 2026. Penyaluran tersebut dilakukan melalui lima program, yakni Bandung Peduli, Bandung Takwa, Bandung Makmur, Bandung Cerdas, dan Bandung Sehat.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, perlunya peningkatan penghimpunan zakat melalui penguatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, potensi zakat perlu dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Farhan menilai zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan kesejahteraan. Dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sehingga membantu mengurangi kesenjangan sosial.
Ia juga mengajak perusahaan dan para pengusaha di Kota Bandung untuk meningkatkan partisipasi dalam menunaikan zakat melalui Baznas.
Menurut Farhan, bukti pembayaran zakat melalui lembaga resmi dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, edukasi mengenai mekanisme pembayaran zakat dan manfaatnya perlu diperluas kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Farhan turut menyampaikan target peningkatan rata-rata kontribusi muzaki. Ia berharap rata-rata kontribusi yang diperkirakan sekitar Rp30.000 per orang per bulan dapat meningkat menjadi Rp90.000 per orang per bulan pada 2027.
“Target saya dari per orang muzaki hanya Rp30.000 bisa menjadi Rp90.000 per orang per bulan,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Farhan menyebut pentingnya intensifikasi dan ekstensifikasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Upaya itu perlu disertai penguatan tata kelola, transparansi, serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Baznas Kota Bandung pun melakukan kerja sama untuk menyinergikan program Baznas dengan program pemerintah daerah, meningkatkan dampak kesejahteraan, serta memperkuat tata kelola dan pelaksanaan program sosial.
Salah satu kerja sama dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui program Baznas Goes to School. Program ini bertujuan mengenalkan literasi zakat kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa, sekaligus mendorong terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah.
Baznas juga menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) untuk pendampingan usaha mikro dan penanganan masyarakat yang menghadapi persoalan utang.
Kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian diarahkan pada program pengelolaan ATM beras di Kota Bandung.
Di bidang kesehatan dan keluarga, kerja sama dilakukan dengan perangkat daerah yang menangani pengendalian penduduk dan keluarga berencana untuk mendukung penanganan stunting melalui program Dapur Dashat. Baznas menyebutkan, dukungan diberikan kepada 14 dapur di sejumlah wilayah Kota Bandung.
Sinergi juga dibangun bersama Dinas Pemuda dan Olahraga untuk pemberdayaan ekonomi, termasuk pengembangan wirausaha muda dan perempuan. Selain itu, kerja sama dengan Tim Penggerak Posyandu untuk mendukung pemberian makanan bagi sasaran penanganan stunting dan balita di Kota Bandung.
Jurnalis. : Andri
Editor. : InfoNesia.me








