KAB.BANDUNG – InfoNesia.me// Pemerintah Desa Cangkuang Wetan kembali menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pada kesempatan terbaru, pengurus Bank Sampah Desa Cangkuang Wetan Tanginas menerima kunjungan dan studi banding dari rombongan asal Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang ingin mempelajari strategi pemilahan serta pengelolaan sampah tingkat desa.
Dalam kunjungan study banding ke Desa Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot, kabupaten Bandung ini dihadiri 36 orang peserta yang terdiri dari unsur Pemerintahan desa, Kepala Desa, staff desa, Dinas dan BPD serta unsur pendamping dari tim pendamping Kecamatan Abiansemal juga pendamping DPMD.
Kunjungan ini diterima langsung oleh kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi S.Pd. yang didampingi langsung oleh Direktur Bank sampah Desa Cangkuang Wetan Tanginas , Tini Sri Wahyuni, S.Pd.
Direktur Bank Sampah Desa Cangkuang Wetan Tanginas, Tini Sri Wahyuni S.pd, menegaskan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah di wilayahnya tidak lepas dari komitmen kuat untuk menyelesaikan persoalan sampah mulai dari sumbernya, yaitu lingkungan rumah tangga.
”Komitmen kami adalah sampah harus tuntas di tingkat rumah tangga. Sebagus apa pun sebuah program, kepemimpinan dan komitmen penggerak di lapangan menjadi tolak ukur utamanya,” ujar Tini. Pada kamis 30/07/2026.
Lebih lanjut disampaikan Tini, untuk menjaga keberlanjutan program dan partisipasi aktif warga, Bank Sampah Tanginas menerapkan beberapa langkah taktis, seperti melakukan pendekatan langsung (Jemput Bola), dimana pengurus dan tim turun langsung ke wilayah-wilayah permukiman warga untuk mengambil sampah terpilah dari para nasabah, tegasnya.

Adapun sistem yang lain, kata Tini , kita juga menerapkan Sistem Tabungan Transparan yang mana Pencairan dana hasil penimbangan sampah nasabah dilakukan secara rutin setiap 30 hari sekali, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.
” Kami bersama pengurus Bang Sampah, secara konsisten melakukan pendampingan untuk mengubah pola pikir masyarakat, dari yang semula tidak peduli menjadi terbiasa memilah sampah organik dan anorganik di rumah,” tegas Tini.
Melalui pendekatan berorientasi lapangan dan insentif yang jelas, Bank Sampah Tanginas berhasil membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas tidak hanya menekan volume sampah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya Kunjungan studi banding ini, Tini sebagai Dirut Bank Sampah Tanginas Cangkuang Wetan berpesan, agar peserta Studi Banding ini dapat mereplikasi pola keberhasilan Cangkuang Wetan ke wilayah lain di Indonesia. secara konsisten melakukan pendampingan untuk mengubah pola pikir masyarakat, dari yang semula tidak peduli menjadi terbiasa memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
“Melalui pendekatan berorientasi lapangan dan insentif yang jelas, Bank Sampah Tanginas berhasil membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas tidak hanya menekan volume sampah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Kunjungan studi banding ini diharapkan dapat mereplikasi pola keberhasilan Cangkuang Wetan ke wilayah lain di Indonesia,” pungkasnya.
Yans.








