Batujajar | InfoNesia.me // Upaya menggali potensi generasi muda terus digencarkan melalui berbagai kegiatan pendidikan berbasis minat dan bakat. Hal ini tampak dalam pelaksanaan ajang kompetisi pendidikan yang digelar di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, yang melibatkan puluhan sekolah dari berbagai jenjang.
Ketua panitia, Syahrul Munawar, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan karakter sekaligus pengembangan potensi siswa, khususnya dalam bidang seni budaya Sunda dan kompetensi akademik.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kita di bidang pendidikan untuk mengangkat minat dan bakat siswa, terutama dalam seni Sunda seperti pupuh, biantara, hingga dongeng,” ujarnya.
Ajang tersebut diikuti oleh 33 sekolah dengan ragam cabang lomba yang tidak seluruhnya diikuti oleh setiap sekolah. Hal ini dikarenakan adanya pembagian bidang sesuai potensi masing-masing peserta didik. Selain Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), kegiatan juga mencakup Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta kompetisi literasi dan numerasi.

Tidak hanya itu, cabang olahraga juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang dijadwalkan berlangsung setelah rangkaian lomba seni dan akademik selesai.
“Untuk FTBI sendiri, jumlah pesertanya mencapai 160 siswa. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari sekolah dan siswa dalam melestarikan budaya lokal,” tambah Syahrul.
Dalam setiap cabang lomba, panitia akan memilih satu peserta terbaik untuk mewakili Kecamatan Batujajar di tingkat Kabupaten Bandung Barat. Para juara diharapkan mampu bersaing lebih lanjut dan membawa nama baik daerah.

Syahrul berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi sarana untuk menggali potensi terpendam siswa.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, minat dan bakat siswa bisa tergali lebih dalam, sehingga mampu meningkatkan prestasi mereka di berbagai bidang,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan seni, budaya, dan olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Jurnalis. : An/Red.
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan