KAB BANDUNG | INFONESIA.ME //
Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) APDESI Kabupaten Bandung yang rencananya digelar pada 6. November 2027 bertempat di Komplek Pemda Gedung Mochamad Toha Kabupaten Bandung, kita akan menyaksikan sebuah persaingan yang menarik dan penuh makna.
Dua sosok terbaik maju untuk meraih kursi utama memimpin Apdesi Kabupaten Bandung , bagaikan dua burung yang terbang di langit yang sama dengan tujuan yang sama, namun membawa kekuatan yang berbeda.
Sosok seorang Kepalan Desa Tenjolaya, Ismawanto Somantri, S.H., S.IP. datang dari kalangan sederhana, namun penuh percaya diri dan keberanian membuka demokrasi. Beliau hadir sebagai sosok yang sederhana namun penuh semangat.
Beliau memiliki bekal ilmu hukum dan pemerintahan yang kuat, dan semangat belajarnya tak pernah padam. Saat ini, beliau sedang menempuh pendidikan S2 Magister Hukum di Program Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung. Beliau bagaikan burung pipit, kecil, sederhana, namun tidak takut terbang tinggi.
Kehadirannya adalah bukti bahwa keberanian dan keinginan untuk terus maju adalah modal utama untuk melayani. Kehadiran beliau benar benar ingin menegakan dalam pilihan apdesi Kabupaten Bandung harus secara demokrasi, tidak terjadi aklamasi.
Menurutnya suatu pertarungan tentu ada kalah dan menang, menurutnya itu hal biasa sebagai konsekuensi.
Disisi lain melihat sosok seorang Kepala Desa Tegal luar, H. Galih Hendrawan, S.IP., MM.

Beliau berasal dari keluarga mapan, keluarga yang saat ini sedang memegang tongkat kekuasaan di Kabupaten Bandung. Beliau adalah sosok yang sudah lama dikenal dan dihormati dengan latar belakang pendidikan yang mapan serta pengalaman yang luas, bagaikan sang elang terbang tinggi, berpengalaman, dan memiliki pandangan yang jauh ke depan, kestabilan dan jejak rekam yang telah dibangun menjadi kekuatan besar yang beliau bawa.
DI LANGIT YANG SAMA UNTUK TERBANG.
Keduanya bersaing, namun bukan untuk saling menjatuhkan. Semua itu dinilai berdasarkan gagasan, visi, dan pengabdian, tidak melihat latar belakang serta afiliasi.
Penilaian dilakukan semata-mata berdasarkan kualifikasi, visi-misi, dan kinerja bukan berdasarkan keterlibatan politik maupun keterikatan dengan kelompok tertentu.
Mereka terbang di langit yang sama, berjuang untuk tujuan yang sama demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Bandung. Sang Elang walau baru menjabat 1 periode di Desa Tegalluar, hal itu menjadi modal membawa kematangan dan pengalaman yang tak ternilai.
Begitupun Burung Pipit yang sudah berpengalaman 2 periode Kepala Desa Tenjolaya, beliau pun membawa pengalaman yang baik dibidang pemerintahan maupun organisasi serta banyak relasi, tentu itu dibawanya sebagai modal semangat dan keinginan tak henti untuk berinovasi membawa apdesi lebih maju kedepan dan berwibawa.
Pada 6 November 2027 nanti, para para kepala desa se Kabupaten Bandung akan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang substantif dan objektif.
Dengan harapan bahwa pemilihan dilakukan berdasarkan hal-hal yang mendasar, penting, dan benar-benar berkualitas, bukan karena pengaruh luar, hubungan, atau kedudukan seseorang.
Kita berharap, siapapun yang terpilih nanti dapat menjaga independensi organisasi agar tetap non-partisan dan bebas dari intervensi politik praktis. Semoga APDESI senantiasa berdiri tegak hanya untuk kepentingan desa dan rakyat, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.
Para Kepala Desa sepenuhnya sebagai pemilih yang akan memberi dukungan.
Namun yang terpenting, persaingan ini tetaplah persaudaraan.
Siapa pun yang menang, kemenangannya adalah kemenangan untuk seluruh desa di Kabupaten Bandung. Semoga Muscab VI Apdesi Kabupaten Bandung berjalan lancar, jujur, dan bermartabat.
Jurnalis. : Andri
Editor. : InfoNesia.me








