InfoNesia.me | Bandung Barat – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan serah terima jabatan (Sertijab), rotasi-mutasi pegawai, sekaligus pelepasan aparatur yang memasuki masa purna bakti di Kantor Dinas Damkar KBB, Senin (3/8/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, menjelaskan bahwa rotasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus mengisi kekosongan jabatan akibat adanya pegawai yang pensiun maupun mutasi ke perangkat daerah lain.

Rotasi ini dilakukan untuk memastikan setiap sektor tetap memiliki pejabat definitif sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ada yang mutasi ke dinas lain, ada yang masuk dari perangkat daerah lain, dan ada pula yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Menurutnya, selain Sertijab pejabat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penghormatan kepada pegawai yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di lingkungan Damkar KBB.

Personel Masih Jauh dari Ideal

Di balik penyegaran organisasi, Siti Aminah mengungkapkan persoalan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar, yakni kekurangan personel pemadam kebakaran.

Sejak tahun 2023, jumlah sektor pelayanan Damkar di Kabupaten Bandung Barat telah bertambah dari tiga menjadi tujuh sektor. Namun, penambahan tersebut tidak diikuti dengan penambahan anggota.

member

Yang terjadi justru pengurangan personel karena banyak yang pensiun. Idealnya setiap sektor memiliki tiga regu dengan masing-masing tujuh orang atau sekitar 21 personel ditambah kepala sektor. Saat ini rata-rata hanya sekitar lima personel per regu, sehingga jumlahnya masih jauh dari kebutuhan,” jelasnya.

Saat ini Damkar KBB memiliki sekitar 168 personel yang harus melayani tujuh sektor. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memenuhi standar ideal pelayanan, terlebih ketika ada anggota yang sakit atau berhalangan bertugas.

Sektor Baru Segera Dibangun di Kota Baru Parahyangan

Meski keterbatasan personel masih menjadi persoalan, Damkar KBB berencana menambah satu sektor baru di kawasan Kota Baru Parahyangan.

Menurut Siti Aminah, pembangunan sektor tersebut akan dilakukan setelah proses perizinan bangunan selesai. Pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan pihak Kota Baru Parahyangan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penambahan sektor harus dibarengi dengan penambahan personel.

Percuma menambah unit atau membangun sektor baru kalau personelnya tidak tersedia. Yang kami butuhkan bukan hanya kendaraan, tetapi juga sumber daya manusianya,” katanya.

Kesejahteraan Personel Masih Menjadi Perhatian

Selain kekurangan personel, Siti Aminah juga menyoroti kesejahteraan anggota Damkar yang dinilainya masih belum memadai.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada tambahan insentif bagi petugas meski dalam satu hari mereka bisa menangani lima hingga tujuh kejadian kebakaran maupun penyelamatan.

“Anggota tetap bekerja penuh risiko, tetapi belum ada tambahan seperti uang makan, vitamin, ataupun insentif khusus saat menangani banyak kejadian. Alhamdulillah, mereka tetap solid dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan petugas pemadam kebakaran, mengingat pekerjaan mereka memiliki risiko tinggi dan menyangkut keselamatan masyarakat.

Imbauan Waspada Kebakaran di Musim Kemarau

Menutup keterangannya, Siti Aminah mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung Barat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Menurutnya, sebagian besar kebakaran yang terjadi disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun meninggalkan kompor yang masih menyala.

Silakan membakar sampah jika memang diperlukan, tetapi harus ditunggu hingga benar-benar padam. Jangan ditinggalkan karena angin bisa membuat api membesar dan merembet ke rumah atau lahan di sekitarnya. Hampir seluruh kejadian kebakaran di musim kemarau berawal dari kelalaian,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati agar tidak terjadi kerugian akibat kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me