KAB. BANDUNG –InfoNesia.me// Pemkab Bandung menyoroti masih adanya sekitar 1.000 ASN yang terlibat judi online. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang masih bermain judi dan meminta pembinaan spiritual diperkuat sebagai benteng utama. Hal itu disampaikan dalam Siraman Rohani bagi pegawai di lingkungan Pemkab Bandung di Gedung Moh. Toha, Senin (5/10/2026).
KDS menyoroti persoalan judi online yang masih menjerat sekitar 1.000 ASN Kabupaten Bandung. Ia menegaskan tidak ada yang kaya dari judi, dan mencatat total transaksi judi online ASN mencapai Rp4,4 miliar sepanjang 2024.
“Ini keterlaluan. Saya minta seluruh ASN menghentikan kebiasaan ini. Tidak ada yang kaya dari judi. Itu hanya khayalan,” tegasnya.
Sebagai alternatif, KDS mendorong penguatan Koperasi KORPRI sebagai sumber pembiayaan yang sehat bagi ASN yang membutuhkan pinjaman modal usaha.
“Kalau ada keperluan, gunakan Koperasi KORPRI. Jangan pakai judi online dan pinjol,” katanya.
KDS menyebut pembangunan kesehatan menjadi salah satu fokus kepemimpinannya. Selama masa jabatannya, Pemkab Bandung telah membangun enam rumah sakit, yaitu RSUD Arjasari, Cimaung, Pacira, Tegalluar, Kertasari, dan Cimenyan.

“Alhamdulillah, angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung saat ini sudah mencapai 75,70 tahun. Ini bukan angka asal-asalan, tapi hasil dari indikator kesehatan yang terus kami perbaiki,” ujar KDS.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki 3,79 juta jiwa penduduk, 62 puskesmas, dan 9 rumah sakit. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, dibutuhkan sekitar 3.700 tempat tidur. Karena itu, ia meminta seluruh rumah sakit terus meningkatkan pelayanan dan mengatasi kesenjangan yang masih ada.
Dalam kesempatan itu, KDS memaparkan empat komponen kesehatan yang harus diperhatikan ASN: sehat fisik, spiritual, sosial, dan finansial.
Untuk sehat fisik, KDS mendorong ASN aktif berolahraga, termasuk melalui FORMI. Sementara untuk sehat spiritual, ia menekankan pentingnya agama sebagai benteng mental. Menurutnya, lemahnya spiritual dapat berdampak pada gangguan mental dan perilaku destruktif.
“Tanpa agama, kita akan rusak. Manusia tidak sempurna kalau tanpa agama,” tegasnya.
Pada aspek sosial, KDS menegaskan seluruh ASN wajib membayar pajak. Menurutnya, pajak adalah salah satu jalan pemerataan kesejahteraan.
“Saya tegaskan, kalau ada ASN yang tidak bayar pajak, itu tidak bisa dibiarkan. Pajak itu bagian dari tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia juga mendorong ASN untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui BAZNAS, ASN Kabupaten Bandung tercatat menyalurkan zakat profesi sebesar Rp1,2 miliar per bulan. Bupati meminta jajarannya menyiapkan mekanisme penyaluran bagi warga yang membutuhkan, termasuk bantuan beras dan BPJS.
“Setiap bulan, BAZNAS menampung zakat profesi ASN kita Rp1,2 miliar. Ini luar biasa. Silakan warga yang membutuhkan bersurat ke BAZNAS,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung berharap ASN semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, memperkuat integritas, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bupati juga mengingatkan seluruh ASN yang masih terlibat judi online agar segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
“Catat baik-baik, tidak ada yang kaya dari judi. Silakan ambil keputusan, tolong jangan sampai kejadian lagi,” pungkasnya
Yans.









