KAB BANDUNG – InfoNesia.me// Sikap tenang dan kesabaran yang ditunjukkan Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna dalam menghadapi rentetan serangan buzzer terkait kasus PT Bandung Daya Sentosa (BDS) menuai apresiasi dari tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Tri Rahmanto.

Tri menilai selama perjalanan dinamika kasus yang cukup menyita perhatian publik tersebut, Bupati yang akrab disapa KDS itu memilih untuk tetap tenang, memilih diam dan tidak terjebak dalam pertikaian opini di ruang publik.

“Kesabaran dan ketenangan Bupati KDS ini sangat tepat dan sikap luar biasa. Insya Allah kesabaran yang dipertahankan selama ini akan membuahkan hasil positif,” ujar Tri Rahmanto kepada awak media, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Bupati KDS tersebut bukan tanda kesalahan, melainkan bentuk penghormatan yang mendalam terhadap proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.

Ia menjelaskan, selama ini banyak pihak yang justru salah menafsirkan sikap tenang dan kesabaran Bupati KDS dalam menyikapi kasus PT BDS. Padahal, sikap diam yang dipertahankan Bupati Dadang Supriatna adalah pilihan yang sangat terukur.

Para buzzer, lanjut dia, menggiring opini bahwa sikap diam tersebut merupakan pengakuan tersirat atas tuduhan yang dilontarkan. Namun pemahaman itu dinilai jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

member

“Beliau sengaja tidak memberikan pernyataan emosional atau pernyataan yang bersifat mendahului jalannya persidangan, semata‑mata untuk menghormati kewenangan institusi pengadilan dan tidak ingin mengintervensi proses hukum,” ungkap Tri.

Tri berpendapat, menjaga jarak dari perang opini publik merupakan langkah yang sangat penting untuk menjaga integritas proses persidangan.

Sebab, bila pejabat terlibat langsung dalam debat opini di media sosial atau media massa saat perkara masih berlangsung, hal itu berisiko mempengaruhi persepsi publik bahkan bisa dianggap sebagai upaya tekanan terhadap lembaga pengadilan.

“Sikap yang diambil Bupati Bandung dapat dinilai sebagai contoh perilaku pejabat publik yang memahami batas kewenangan masing‑masing lembaga negara,” ungkapnya.

Tri Rahmanto juga menambahkan pandangan spiritual yang menjadi landasan penilaiannya. Ia meyakini bahwa kebenaran dari seluruh dinamika kasus PT BDS akan terungkap pada waktu yang tepat, sesuai dengan kehendak Allah SWT.

“Kita tidak perlu terburu‑buru memaksa kebenaran muncul sebelum waktunya. Kebenaran akan datang pada saat dan waktu yang tepat, di waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT,” beber Tri Rahmanto.

Baca Juga :

Selain itu, ia juga menyoroti konteks serangan buzzer yang kerap mengirimkan narasi sepihak dan menyesatkan untuk membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, sikap tenang Bupati tanpa terpancing untuk membalas serangan justru menjadi kekuatan tersendiri, karena tidak memberikan ruang bagi narasi yang tidak terverifikasi untuk semakin berkembang di ruang publik.

Tri berharap masyarakat luas dapat memahami alasan di balik sikap Bupati Dadang Supriatna, tidak mudah tergiring oleh narasi buzzer, dan tetap menunggu hasil persidangan yang berkekuatan hukum tetap sebelum menarik kesimpulan akhir terkait kasus PT BDS. (**)

 

 

Yans.