Bandung Barat | INFONESIA.ME // Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat perannya dalam membangun kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang transparan dan akuntabel.

Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan bertajuk “Bersinergi dalam Keberkahan dan Berkolaborasi untuk Kesejahteraan dalam Rangka Mewujudkan Kebangkitan ZIS dan Bandung Barat Amanah” yang digelar di Aula HBD Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan BAZNAS bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat kecamatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian penghimpunan zakat selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana halal bihalal.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, M. Abdul Fatah Hudin, menyampaikan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah melakukan evaluasi terhadap realisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan.

Evaluasi tersebut mencakup pencapaian di setiap kecamatan, identifikasi kendala di lapangan, serta perumusan langkah strategis untuk meningkatkan optimalisasi penghimpunan di masa mendatang.

member

Melalui evaluasi ini, kami ingin mengetahui secara rinci capaian di tiap wilayah, apa saja kendala yang dihadapi, sehingga ke depan dapat diperbaiki dan tidak terulang. Harapannya, penghimpunan ZIS bisa semakin optimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, penghimpunan zakat di masyarakat memiliki mekanisme tersendiri.

Zakat, khususnya zakat fitrah, umumnya disalurkan langsung oleh masyarakat melalui masjid atau lingkungan masing-masing, sehingga tidak seluruhnya masuk ke BAZNAS.

Namun demikian, BAZNAS tetap membutuhkan laporan sebagai bentuk akuntabilitas dan pendataan.

Sementara itu, untuk infak yang dihimpun oleh BAZNAS, terdapat mekanisme distribusi yang terstruktur.

Sekitar 2 persen dari penghimpunan akan dikelola oleh BAZNAS, sementara 100 persen sisanya akan dikembalikan dan didistribusikan kepada UPZ di wilayah masing-masing, terutama di tingkat kecamatan hingga desa, berdasarkan capaian penghimpunan.

“Dana yang dihimpun ini akan dikembalikan untuk pemberdayaan di wilayah masing-masing, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat. Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah dan memperkuat kepercayaan publik,” jelasnya.

Dalam laporan sementara, BAZNAS mencatat potensi penghimpunan zakat fitrah di Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar Rp35 miliar.

Namun, realisasi yang berhasil dihimpun pada Ramadan tahun ini baru mencapai Rp28,7 miliar.

Capaian tersebut dinilai belum maksimal, salah satunya dipengaruhi oleh beragam persepsi dan informasi yang berkembang di masyarakat terkait pengelolaan zakat oleh BAZNAS.

Meski demikian, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat tetap optimistis dapat meningkatkan capaian tersebut di tahun mendatang melalui penguatan sosialisasi, transparansi, serta kolaborasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen BAZNAS dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat, sejalan dengan visi besar menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah yang amanah dalam pengelolaan ZIS.

Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, BAZNAS Bandung Barat berharap kebangkitan ZIS tidak hanya menjadi slogan, tetapi mampu menjadi gerakan nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me